

Oleh: Fajar Trihatya,SE
Banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan beberapa waktu terakhir membawa duka yang mendalam bagi masyarakat setempat. Tidak hanya merusak ratusan rumah dan infrastruktur, banjir ini bahkan menghilangkan nyawa sejumlah warga yang tak sempat menyelamatkan diri. Di Tapanuli Selatan, Desa Huta Godang, Aek Ngadol, Garoga, dan Batuhoring menjadi titik terparah dengan korban meninggal dan puluhan rumah terendam lumpur tebal. Proses evakuasi penuh tantangan karena cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat, namun petugas serta relawan terus bergerak memberikan bantuan darurat berupa makanan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, di Tapanuli Tengah, sekitar 50 warga terjebak di hutan setelah banjir bandang menerjang secara tiba-tiba, termasuk lansia dan bayi yang sangat membutuhkan pertolongan. Peristiwa ini menggambarkan betapa cepat dan besar dampak hujan deras serta banjir terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Selain banjir, longsor juga terjadi dan menimbun rumah warga di Desa Mardame, Sitahuis, menewaskan seorang ibu bersama tiga anaknya. Bencana berulang ini menjadi panggilan serius bagi pemerintah daerah dan semua pihak agar memperkuat mitigasi, penanggulangan bencana, serta kesiapsiagaan masyarakat agar kejadian serupa tidak terus terjadi.
Upaya bersama dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan harus terus didukung supaya penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana berjalan cepat dan efektif. Selain itu, edukasi dan penyediaan sistem peringatan dini mesti diperkuat untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi. Tanggung jawab menjaga keselamatan masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan juga kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen komunitas di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, masyarakat dan sekitarnya agar bersama-sama menghadapi ancaman alam yang selalu mengintai.
Tulisan ini memuat gambaran kondisi banjir dan longsor terkini di Tapteng dan Tapsel serta pentingnya kolaborasi penanganan bencana dilihat dari sudut pandang seorang profesional.
Sebaiknya kedepan pemerintah daerah membuat pencegahan dengan melestarikan alam seperti hutan dan menjaganya, sebab penanganan bencana itu merupakan pekerjaan sangat berat dalam pemulihannya yang membutuhkan. Mari semuanya masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan untuk saling menjaga dan mengingatkan tentang kelestarian alam sekitarnya.
Penulis adalah Sekjend DPW IMO Sumatera Utara








