Jagung SPHP Jadi Penopang Peternak Unggas, ASPEGASS Dorong Pemerintah Perkuat Produksi dan Distribusi

0
105

Pantai Labu | GeberNews.com — Jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai menjadi penopang penting bagi keberlangsungan usaha peternak unggas di tengah melonjaknya harga pakan. Ketua Asosiasi Peternak Unggas Sejahtera (ASPEGASS) Kabupaten Deli Serdang, Seng Guan, menyambut positif pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Akses Jagung untuk Stabilisasi Harga Jagung dan Telur serta Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara yang digelar di Gedung Yayasan Nava Dhamasekha, Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Senin, 24 November.

Menurut Seng Guan, FGD tersebut menjadi ruang strategis bagi para peternak untuk menyampaikan persoalan riil yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait tingginya harga jagung pakan dan keterbatasan stok di pasaran. Ia berharap pemerintah tidak hanya melanjutkan, tetapi juga meningkatkan penyaluran jagung SPHP agar peternak ayam petelur tetap mampu bertahan.

“FGD ini berjalan cukup baik karena menjadi wadah saling bertukar informasi. Peternak dapat menyampaikan kendala dan keluhan secara langsung agar mendapat solusi dan bisa diakomodasi oleh pemerintah. Pada dasarnya, penyaluran jagung SPHP sangat membantu peternak yang kesulitan pasokan jagung,” ujar Seng Guan kepada wartawan.

Ia menegaskan, kebijakan penyaluran jagung SPHP sangat dirasakan manfaatnya oleh para peternak. Dengan adanya intervensi pemerintah, peternak masih mampu bertahan menghadapi tingginya harga jagung sekaligus keterbatasan stok di pasar bebas.

“Peternak sangat berterima kasih kepada pemerintah. Harapan kami, setelah FGD ini pemerintah bisa berperan lebih besar, termasuk meningkatkan produksi jagung nasional. Ketersediaan lahan yang luas seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ini momentum bagi pemerintah untuk mendorong terwujudnya swasembada jagung,” tegasnya.

Seng Guan juga mengungkapkan peran strategis peternak unggas Sumatera Utara dalam rantai pasok nasional. Produksi telur dari Sumut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memasok hingga ke Aceh dan Pulau Jawa. Basis peternak ayam petelur terbesar di Sumatera Utara berada di Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Brahrang Kota Binjai, serta Kabupaten Asahan.

Sebelumnya, ASPEGASS telah menggelar FGD Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur untuk Kendali Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya strategis mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya yang bersumber dari komoditas pakan ternak dan pangan strategis sektor perunggasan.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, antara lain Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, Ketua Pinsar Petelur Nasional Sumut, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi kebijakan dan operasional guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Lebih jauh, FGD ini bertujuan menghimpun pandangan dan data lapangan sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan terkait persoalan ketersediaan, keterjangkauan, dan distribusi jagung pakan yang selama ini menjadi faktor utama fluktuasi biaya produksi peternak unggas.

Secara khusus, FGD diarahkan untuk memperkuat akses peternak unggas terhadap bahan baku pakan dari produksi jagung yang berkelanjutan, terjangkau, dan tepat sasaran, baik melalui produksi lokal maupun dukungan penyaluran jagung pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong stabilisasi harga jagung pakan dan telur ayam melalui koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan asosiasi peternak.

Melalui FGD ini pula diharapkan dapat teridentifikasi berbagai hambatan struktural dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi jagung, tata niaga, distribusi, hingga pola serapan oleh peternak mandiri. Seluruh masukan tersebut akan dirangkum sebagai rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangka pengendalian inflasi pangan berbasis komoditas unggas serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pertanian jagung, peternakan mandiri, UMKM pakan, dan sentra produksi jagung di Kabupaten Deli Serdang serta wilayah Sumatera Utara.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini