GeberNews

Adi Warman Lubis: Abdullah Musa Terpilih Jadi Imum Mukim, Harapan Baru untuk Masyarakat Pekan Rebo

PIDIE | GeberNews.com – Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketua Umum PAGAR UNRI (Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia), serta Pimpinan Umum sejumlah media online, Adi Warman Lubis, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terpilihnya Abdullah Musa sebagai Imum Mukim Kecamatan Pekan Rebo, Kabupaten Pidie, Aceh.

Ucapan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis di Aceh, Senin (2/11/2026). Ia berharap terpilihnya Abdullah Musa menjadi momentum baru untuk meningkatkan pelayanan, memperkuat persatuan, serta membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Pelantikan Imum Mukim Abdullah Musa berlangsung khidmat dan dihadiri Camat Pekan Rebo, Kapolsek, Danramil, unsur Muspika, para keuchik, tengku, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Pekan Rebo menyampaikan ucapan selamat kepada Abdullah Musa atas amanah yang dipercayakan masyarakat. Ia berharap Imum Mukim terpilih mampu menghadirkan perubahan yang lebih baik serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Bupati Pidie dan Wakil Bupati Pidie turut menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi atas terpilihnya Abdullah Musa untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Pesan tersebut disampaikan melalui perwakilan yang hadir dalam acara pelantikan.

Pemerintah daerah berharap kepemimpinan Abdullah Musa menjadi terobosan dan langkah baru bagi masyarakat Kecamatan Pekan Rebo khususnya, serta masyarakat Aceh pada umumnya.

“Selamat bertugas. Semoga ke depan semakin baik dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” demikian pesan yang disampaikan melalui perwakilan Bupati dan Wakil Bupati.

Abdullah Musa: Amanah Masyarakat Akan Saya Jalankan Sebaik-baiknya

Abdullah Musa, yang terpilih sebagai Imum Mukim, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat, para keuchik, dan para tengku atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan akan berupaya menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Insyaallah, amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin demi kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Abdullah Musa.

Adi Warman Lubis: Bukan Karena Mertua, tetapi Karena Kapasitas dan Pengabdian

Adi Warman Lubis, yang juga merupakan menantu Abdullah Musa, menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada mertuanya atas terpilihnya sebagai Imum Mukim Kecamatan Pekan Rebo.

Adi menegaskan dukungannya terhadap kepercayaan masyarakat tersebut. Ia meyakini Abdullah Musa mampu mengemban amanah dengan baik serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat luas, khususnya warga Kecamatan Pekan Rebo.

Menurut Adi, dukungan yang disampaikannya bukan semata-mata karena Abdullah Musa merupakan mertuanya, melainkan karena ia melihat sosok Abdullah Musa memiliki kapasitas, pengalaman, dan talenta kepemimpinan, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bagi saya, terpilihnya Abdullah Musa bukan hanya persoalan hubungan keluarga. Saya melihat beliau sebagai sosok yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan kepedulian terhadap masyarakat. Saya yakin beliau mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Adi Warman Lubis.

Ia berharap kepemimpinan Abdullah Musa mampu menghadirkan pelayanan yang adil, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Adi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Abdullah Musa untuk memimpin sebagai Imum Mukim Kecamatan Pekan Rebo.

“Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kemurahan rezeki, kekuatan, dan tetap amanah dalam menjalankan tugas. Harapan kita, masyarakat Pekan Rebo dapat merasakan pelayanan yang semakin baik serta perubahan nyata ke depannya,” tutup Adi Warman Lubis.

Terpilihnya Abdullah Musa diharapkan menjadi awal pengabdian baru yang membawa kemajuan, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Pekan Rebo, Kabupaten Pidie, Aceh.

(Red)

banner 400x130

Ketum TKN Kompas Nusantara Adi Warman Lubis Sampaikan Doa untuk Pernikahan Putri Rianto di Medan

 

MEDAN | GeberNews.com – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menyampaikan ucapan selamat dan doa atas pernikahan Bella, putri Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, dengan Fahdi Lubis.

 

Pada Senin, 2 November 2026, dari Aceh, Adi Warman Lubis mengatakan bahwa pernikahan merupakan momen bahagia dan sakral bagi kedua mempelai serta keluarga besar.

 

Adi Warman Lubis berharap pernikahan Bella dan Fahdi senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT, serta menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

 

Diketahui, Bella dan Fahdi melangsungkan pernikahan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Hotel Santika Medan.

 

Melalui undangan resmi yang disampaikan, Rianto bersama istri mengundang Bapak Adi Lubis TKN untuk hadir sekaligus memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

 

Rianto merupakan CEO Media Sumut24 sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara.

 

Kehadiran para undangan menjadi kebahagiaan dan kehormatan bagi keluarga.

 

Informasi lengkap mengenai undangan dan rangkaian acara pernikahan dapat diakses melalui tautan digital:

https://tibrainvitation.id/bella-fahdi/?to=TIBRA01

 

Dalam undangan tersebut, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf karena undangan disampaikan melalui WhatsApp tanpa mengurangi rasa hormat kepada para tamu.

 

Keluarga Rianto turut menyampaikan bahwa mereka menerima papan bunga sebagai bentuk ucapan selamat atas pernikahan Bella dan Fahdi.

 

Adi Warman Lubis kembali mendoakan agar kedua mempelai dapat membangun keluarga yang harmonis, saling menyayangi, dan senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT.

 

(Redaksi)

Merawat Bibit Talenta Sepak Bola, Akademi Asasin Juarai Gerakan Bola Indonesia Emas Cup U-12 di Deli Serdang

 

DELI SERDANG| Gebernews.com -Minggu, 1 November 2026 menjadi hari yang penuh semangat dan kebanggaan bagi dunia sepak bola usia dini di Sumatera Utara. Gerakan Bola Indonesia Emas (GBIE) sukses menggelar GBIE Cup Championship Kategori U-12 (Tahun Lahir 2014–2015) di Lapangan Sepak Bola Portis, Saentis, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kompetisi ini mempertemukan 34 klub sepak bola Sekolah Dasar dengan peserta berusia 12–13 tahun dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara.

 

Kehadiran Tokoh dan Sambutan Ketua Umum. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan kehadiran jajaran pengurus serta tokoh masyarakat setempat: Budi Antoni Sinaga (Ketua Umum), Ananda Alatif (Sekretaris Umum), Aspiadi Nasution (Dewan Pengawas), Iqbal Ompong (Panglima Satgas DPP GPIE), Syahbani (Ketua Panitia Pelaksana), Irwan Sinaga (Ketua Satgas DPC GPIE Deli Serdang), tokoh masyarakat, Muspika, serta seluruh pengurus Gerakan Pemuda Indonesia Emas DPP (GPIE).

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum GPIE, Budi Antoni Sinaga, menyampaikan pesan yang penuh harapan dan dedikasi:

> “Hadirin yang berbahagia, Gerakan Pemuda Indonesia Emas hadir bukan sekadar untuk menggelar pertandingan. Kami hadir untuk menanamkan mimpi. Di setiap langkah kaki anak-anak kita di atas rumput hijau ini, tersimpan harapan besar: bahwa masa depan bangsa kita ada di tangan generasi yang kuat, disiplin, dan memiliki karakter mulia.

 

> Kepada anak-anakku sekalian yang bertanding hari ini: Jangan takut bermimpi tinggi. Jangan ragu berjuang habis-habisan. Ingatlah, kemenangan bukan hanya soal siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Kemenangan sejati adalah ketika kamu bangga telah memberikan yang terbaik, tetap jujur dalam bermain, dan tetap menghormati lawan.

 

> Dedikasi itu bukan kata-kata kosong. Dedikasi adalah bangun lebih awal untuk berlatih, tetap tersenyum meski lelah, dan tidak pernah menyerah — sekalipun keadaan sulit. Itulah nilai yang ingin kami tanamkan di sini. Kami ingin melihat kalian tumbuh bukan hanya menjadi pesepak bola yang hebat, tetapi juga menjadi manusia yang luar biasa bagi keluarga, masyarakat, dan negara kita.

 

> Kita berdiri di sini sebagai satu keluarga. Perbedaan warna jersey tidak memisahkan kita — kita semua adalah Indonesia Emas. Selamat bertanding, anak-anakku. Tunjukkan semangatmu, tunjukkan bakatmu, dan yang terpenting — tunjukkan hatimu. Berjuanglah dengan sportivitas, berprestasilah dengan kerendahan hati. Majulah GPIE, Majulah Pemuda Indonesia! Bersama Kita Bisa, Bersama Kita Emas!”

 

Standar Penyelenggaraan yang Ketat dan Berkualitas. Panitia menerapkan standar yang tinggi demi menjamin keadilan dan kelayakan peserta:

– Format Permainan: 8 vs 8, Durasi: 2 × 10 menit, Jumlah Pemain/Tim: 14 orang,  Registrasi: Verifikasi Ketat: Setiap pemain WAJIB menunjukkan dokumen asli — Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, serta Ijazah/Rapor. Pemain yang tidak dapat menunjukkan data asli tidak diperbolehkan bertanding. Hal ini menjamin keadilan dan kejujuran kompetisi dari awal hingga akhir.

34 Tim Bersaing dengan Semangat Tinggi. Kompetisi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari berbagai wilayah:

1. GBIE FC

2. Senopati Portis A

3. Asasin FC A

4. Putra Dua

5. Tunas Muda Medan A

6. Tunas Muda Medan B

7. Hartap

8. Bina Sentra Sumut

9. Putra Karya

10. Patriot A

11. Mabar Putra A

12. PTP A

13. PTP B

14. Persido

15. Patriot B

16. Sinar Pagi

17. Almer

18. Bina Setia

19. Bina Rasya Jr

20. Bina Taruna Jr

21. Mabar Putra B

22. Mayang Putra A

23. Raksaka Muda

24. Senopati B

25. Sinar Belawan A

26. Sinar Belawan B

27. Satria Porta

28. ASPI B

29. Bintang Medsen

30. Garuda Deli Sampali

31. Mayang Putra B

32. Asasin FC B

33. Bina Muda

34. Postab

Hasil Akhir — Semangat Juara, Sportivitas yang Menginspirasi. Setelah pertandingan yang berlangsung sengit namun penuh persahabatan, berikut hasil yang membanggakan:

JUARA 1 — Akademi Asasin Piala + Medali + Tabanas

JUARA 2 — SSB Tunas Muda

Piala + Medali + Tabanas

JUARA 3 (BERSAMA)

SSB Bina Sentra Sumut dan SSB Patriot Masing-masing: Piala + Medali + Tabanas/+ Tabanas

Keberhasilan GBIE Cup Championship ini membuktikan bahwa di tangan anak-anak muda, sepak bola bukan sekadar olahraga — melainkan sarana membangun karakter, kedisiplinan, persaudaraan, dan kejujuran. Semoga ke depan semakin banyak bibit unggul lahir dari Sumatera Utara, membawa nama daerah dan bangsa di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Selamat kepada seluruh pemenang, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi! Semangat kebersamaanlah yang sebenarnya membuat kita semua menjadi juara.

 

(Adel)

KISS & Bankom Naga Karimata Bersatu, Lansia di Medan Nikmati Makan Gratis

MEDAN| Gebernews.com — Kepedulian terhadap sesama bukan sekadar kata-kata. Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) bersama Bankom Naga Karimata membuktikannya melalui aksi nyata, menggelar kegiatan sosial makan gratis bagi warga lanjut usia (lansia) di Jalan Gandhi No. 184, Medan, pada Minggu (1/11/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

 

Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang beragam.

“Ingin Berbagi Kebahagiaan kepada Orang Tua Kita”

Ketua Umum KISS, Akiong, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan tulus untuk memberikan perhatian kepada para lansia.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan memberikan perhatian kepada para orang tua kita, khususnya para lansia. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.”

 

Akiong juga menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tak lepas dari dukungan para donatur dan pihak yang peduli terhadap sesama.

 

Donatur dan Sponsor yang Turut Membantu.

Donatur Makanan:

– KISS dan Bankom Naga Karimata

– Ibu Hanny dan Ibu Wei Ching

– Ibu Maria Helena

– Bapak Mahok

 

Sponsor:

– Bapak Tjiwi dan Ibu Yaya — 6 botol Sirup Kurnia- Almarhum The Xiang Gek — 200 pcs aneka kue basah

 

“Terima kasih kepada seluruh donatur, sponsor, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan menjadi berkah serta menginspirasi semakin banyak orang untuk melakukan kegiatan sosial,” ujar Akiong.

Tujuh Media Online Turut Berkolaborasi. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh tujuh media online yang bekerja sama dalam publikasi:

GeberNews.com Republik.co.id MonNews.co.id Jatanras-news.com h24hoursnews.id Kincirnews.com Gempur24.com

Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli, karena kepedulian tidak mengenal perbedaan suku, agama, maupun latar belakang. Perhatian kecil yang diberikan dengan tulus, dapat menghadirkan kebahagiaan yang besar bagi mereka yang membutuhkan.

(Tim)

Dirlantas Polda Lampung Beserta Jajarannya Sampaikan Ucapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98

Bandar Lampung | GeberNews.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung mengeluarkan pesan resmi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 98. Ucapan dan pesan semangat disampaikan langsung oleh Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama seluruh staf dan jajaran personel Ditlantas Polda Lampung.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang menjadi acuan bagi seluruh jajaran untuk menumbuhkan jiwa persatuan dan pengabdian kepada bangsa. Dalam penyampaiannya, Dirlantas mengajak seluruh anggota kepolisian generasi muda di lingkungan Ditlantas serta pemuda‑pemuda di wilayah hukum Polda Lampung untuk meneladani semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada tahun 1928.

“Semangat persatuan yang telah diwariskan para pendahulu tidak boleh padam, harus kita nyalakan kembali dan wujudkan dalam tugas sehari‑hari, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu‑lintas bagi masyarakat Lampung,” ujar Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Rabu (28/10/2026).

Beliau menambahkan bahwa jiwa patriotik tidak hanya diucapkan pada hari peringatan saja, melainkan harus diwujudkan melalui sikap disiplin, semangat kerja yang gigih, serta rasa empati dan kepedulian terhadap kesulitan masyarakat.

Bagi para pemuda pengguna jalan, Dirlantas mengajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu‑lintas, menghindari perilaku berbahaya seperti balap liar, melanggar rambu‑rambu lalu‑lintas, dan selalu mengutamakan keselamatan diri maupun orang lain saat berkendara.

Selain itu, jajaran Ditlantas Polda Lampung menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen pemuda, komunitas jalan raya, dan instansi terkait untuk membangun budaya tertib berlalu liintas di wilayah Lampung.

Semangat sumpah pemuda juga menjadi dorongan bagi seluruh personel untuk selalu memberikan pelayanan yang baik, adil, dan penuh kepedulian kepada masyarakat.

Dirlantas berharap seluruh pemuda di Lampung dapat bersatu padu membangun daerah dan bangsa, serta menjadikan keselamatan di jalan raya sebagai bagian dari semangat pengabdian mereka kepada tanah air.

(Dodi Sembiring )

HUT ke-67 Pemuda Pancasila, Ijeck Lepas Ribuan Peserta Fun Walk di Lapangan Merdeka


MEDAN Gebernews.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila berlangsung meriah melalui kegiatan Fun Walk yang digelar Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/11/2026).

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, turut hadir memeriahkan kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara tersebut.

Dalam sambutannya, Ijeck menyampaikan bahwa MPW Pemuda Pancasila Sumut telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-67 dengan melibatkan seluruh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) se-Sumatera Utara.

Menurutnya, kegiatan Fun Walk tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kebugaran tubuh.

“Ini acara hari ini, kegiatan olahraga Fun Walk untuk jalan santai sambil bersilaturahmi. Yang terpenting adalah untuk kesehatan kita semua,” ujar Ijeck sebelum melepas peserta Fun Walk.

Antusiasme peserta semakin menambah kemeriahan acara. Panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik melalui undian doorprize, di antaranya empat unit sepeda motor, televisi, kulkas,
sepeda, serta berbagai hadiah lainnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pemuda Pancasila untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun semangat kebersamaan antaranggota.

Melalui kegiatan positif seperti ini, MPW Pemuda Pancasila Sumut berharap nilai-nilai persatuan, kekompakan, dan jiwa kebangsaan terus terpelihara. Dengan demikian, organisasi diharapkan semakin solid serta mampu memberikan kontribusi nyata dan manfaat bagi masyarakat.

(Adel)


MEDAN — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila berlangsung meriah melalui kegiatan Fun Walk yang digelar Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/11/2026).

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, turut hadir memeriahkan kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara tersebut.

Dalam sambutannya, Ijeck menyampaikan bahwa MPW Pemuda Pancasila Sumut telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-67 dengan melibatkan seluruh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) se-Sumatera Utara.

Menurutnya, kegiatan Fun Walk tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kebugaran tubuh.

“Ini acara hari ini, kegiatan olahraga Fun Walk untuk jalan santai sambil bersilaturahmi. Yang terpenting adalah untuk kesehatan kita semua,” ujar Ijeck sebelum melepas peserta Fun Walk.

Antusiasme peserta semakin menambah kemeriahan acara. Panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik melalui undian doorprize, di antaranya empat unit sepeda motor, televisi, kulkas,
sepeda, serta berbagai hadiah lainnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pemuda Pancasila untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun semangat kebersamaan antaranggota.

Melalui kegiatan positif seperti ini, MPW Pemuda Pancasila Sumut berharap nilai-nilai persatuan, kekompakan, dan jiwa kebangsaan terus terpelihara. Dengan demikian, organisasi diharapkan semakin solid serta mampu memberikan kontribusi nyata dan manfaat bagi masyarakat.

BEM SI Sumut Menakar Arah Gerak Pemuda, Siapkan Policy Brief untuk DPRD

Medan | GeberNews com – Semangat Sumpah Pemuda dinilai tidak cukup hanya diperingati setiap 28 Oktober. Di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa, pemuda, khususnya mahasiswa, dinilai perlu terus menjaga sikap kritis sekaligus menawarkan gagasan untuk mendorong perubahan.

Pandangan itu menjadi salah satu pokok pembahasan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Utara, dalam diskusi memperingati Sumpah Pemuda sekaligus 2 tahun pemerintahan Prabowo – Gibran dengan tema “Menakar Arah Gerak Pemuda Indonesia Dalam Memperingati Sumpah Pemuda”, sekaligus Rabu (28/10/26, di Oomi Lezato Jl. Abdul Halim Padang Bulan Selayang I, Medan.

Diskusi tersebut digelar untuk menakar kembali arah gerak pemuda Indonesia, khususnya mahasiswa di Sumatera Utara, sekaligus menjadi ruang bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara BEM SI, Ahmad Arya Attalah, mengatakan diskusi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperingati momentum Sumpah Pemuda, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti.

“Untuk diskusi hari ini tentunya kita ingin mengajak teman-teman untuk bertukar pikiran. Kita ingin mengajak teman-teman bahwasannya hari ini arah pemuda ini seperti apa nantinya,” kata Ahmad, didampingi Koordinator Media BEM SI, Angga Al Maaris Harahap, Koordinator Daerah Sumut, Sakhti Pati Alam.

Menurutnya, hasil pemikiran dalam diskusi tersebut nantinya akan dirumuskan dalam bentuk policy brief. Dokumen itu direncanakan disampaikan kepada DPRD Sumatera Utara sebagai masukan dari kalangan mahasiswa dan pemuda.

“Dari hasil diskusi kita ini kita ingin menjadikan ini sebuah policy brief yang nantinya insyaallah kita akan antarkan juga ke DPRD Sumatera Utara,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, momentum Sumpah Pemuda harus kembali dimaknai sebagai semangat anak muda untuk menyatukan gagasan dan bergerak membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Ia mengingatkan, pada 1928 para pemuda dari berbagai latar belakang mampu menyatukan ide dan gagasan melalui Sumpah Pemuda. Semangat tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga oleh generasi muda saat ini.

“Semangatnya pemuda untuk menyatukan ide-idenya, menyatukan gagasannya untuk bisa bersatu dan tentunya membawa arah Indonesia yang jauh lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menanggapi aksi mahasiswa pada peringatan Sumpah Pemuda. Menurutnya, aksi mahasiswa merupakan hal yang wajar sepanjang menjadi bagian dari upaya menyuarakan persoalan yang dinilai masih terjadi di tengah masyarakat.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi sebagai kaum intelektual sekaligus agent of change yang memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berbagai persoalan dan ketimpangan.
Menurut Ahmad, aksi turun ke jalan menunjukkan bahwa mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia.

“Apalagi kita sebagai mahasiswa, sebagai kaum intelektual, agent of change. Tentunya menyuarakan hal-hal yang kita lihat masih banyak sekali ketimpangan-ketimpangan, banyak sekali kekurangan-kekurangan yang ada di negeri ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberanian mahasiswa menyuarakan persoalan juga menjadi bagian dari semangat pemuda yang perlu tetap dijaga.

“Yang hari ini masih mau turun ke jalan, yang hari ini masih mau menaikkan isu-isu tersebut dan mengawal semangatnya para pemuda,” katanya.

Pemuda sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Lebih jauh, Ahmad berharap mahasiswa dan pemuda di Sumatera Utara tidak berhenti pada kritik, tetapi ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa harus berani menyuarakan berbagai kekurangan yang ditemukan, namun tetap mengedepankan penyampaian aspirasi secara normatif dan bertanggung jawab.

“Kita sama-sama bangun Sumatera Utara ini yang jauh lebih baik lagi. Kita suarakan apa yang menjadi kekurangan-kekurangannya dan tetap kita kawal dan kita harus normatif juga tentunya menyuarakan keadilan tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, sikap kritis mahasiswa tidak berarti harus selalu menolak setiap kebijakan atau proyek pemerintah. Menurutnya, program yang dinilai baik patut didukung, sedangkan kebijakan yang memiliki persoalan perlu dikritisi.

“Apabila proyek yang diberikan itu bagus, tentu kita harus dukung. Tetapi apabila proyeksi yang diberikan itu penuh kejanggalan-kejanggalan, perlu kita kritisin,” ujarnya.

Karena itu, Ahmad mengajak mahasiswa di Sumatera Utara untuk tetap aktif menyampaikan aspirasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah.

“Intinya mengajak seluruh mahasiswa tetap bersuara, tetap kritis untuk sebagai mitra pemerintah,” pungkasnya.

(Tim)

H. Makawi Adukan PN Jakarta Utara ke Bawas MA dan Ombudsman, Desak Pemeriksaan Jurusita dan Panitera

H. Makawi Adukan PN Jakarta Utara ke Bawas MA dan Ombudsman, Desak Pemeriksaan Jurusita dan Panitera

JAKARTA | GeberNews.com — Persoalan administrasi pemanggilan para tergugat dalam perkara perdata Nomor 640/Pdt.G/2026/PN.Jkt.Utr di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara berbuntut panjang. Setelah empat kali persidangan, proses pemanggilan tergugat disebut masih menghadapi kendala, meskipun pihak penggugat mengaku telah memperbaiki dan memverifikasi alamat yang dipersoalkan.

Merasa proses pencarian keadilan terhambat akibat persoalan administrasi yang terus berulang, H. Makawi akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengadukan persoalan tersebut kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Ombudsman Republik Indonesia, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, serta Ketua PN Jakarta Utara pada Jumat (30/10/2026).

Pengaduan tersebut sekaligus menjadi desakan agar lembaga pengawas melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas jurusita dan panitera yang menangani administrasi pemanggilan dalam perkara tersebut.

Alamat Disebut Tidak Dikenal, Penggugat Pertanyakan Kinerja Administrasi Pengadilan

Persoalan bermula dari keterangan bahwa alamat para tergugat tidak dikenal dalam proses pemanggilan persidangan.

Padahal, menurut pihak penggugat, alamat yang dimaksud telah diperbaiki dan keberadaannya telah dipastikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Bahkan, pada Selasa (27/10/2026), tim kuasa hukum bersama sejumlah awak media mendatangi alamat di Jalan Jati Rawamangun Nomor 67 B, Jakarta Timur.

Dalam kunjungan tersebut, keberadaan alamat diklaim telah dikonfirmasi oleh Ketua RT, Ketua RW, Sekretaris RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Babinsa, serta disaksikan anggota kepolisian setempat.

Temuan lapangan tersebut menimbulkan pertanyaan dari pihak penggugat mengenai penyebab terus berulangnya kendala pemanggilan.

Mengapa alamat yang disebut telah diverifikasi bersama perangkat lingkungan masih menjadi persoalan dalam administrasi pemanggilan pengadilan?

Pertanyaan inilah yang diharapkan dapat dijawab melalui pemeriksaan resmi oleh lembaga pengawas.

Meski demikian, keberadaan fisik suatu alamat tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pemanggilan telah memenuhi seluruh persyaratan hukum acara. Keabsahan dan pelaksanaan pemanggilan tetap harus diperiksa berdasarkan dokumen serta prosedur yang berlaku.

H. Makawi Desak Bawas MA dan Ombudsman Periksa Jurusita serta Panitera

Melalui pengaduannya, H. Makawi meminta Bawas MA dan Ombudsman RI menelusuri secara menyeluruh proses administrasi pemanggilan para tergugat.

Pemeriksaan diharapkan mencakup relaas panggilan, bukti pengiriman surat, pencatatan administrasi perkara, serta pelaksanaan tugas petugas pengadilan yang bertanggung jawab terhadap proses pemanggilan.

Ia juga mendesak agar jurusita dan panitera yang berkaitan dengan penanganan perkara tersebut dimintai klarifikasi guna mengetahui penyebab kendala yang terus berulang.

“Jangan sampai ada permainan oknum yang membuat perkara ini terus berlarut-larut. Saya sudah mengikuti proses persidangan, alamat sudah diperbaiki, bahkan sudah kami datangi langsung dan dibenarkan aparat lingkungan. Saya meminta jurusita dan panitera diperiksa. Saya mencari keadilan dan kepastian hukum, bukan dipermainkan oleh persoalan administrasi yang terus berulang,” tegas H. Makawi.

Menurutnya, masyarakat yang mencari keadilan berhak memperoleh pelayanan peradilan yang profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian prosedur.

Ia berharap pengaduan tersebut tidak berhenti sebatas laporan administratif, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui pemeriksaan objektif sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

Apabila ditemukan adanya kelalaian, penyimpangan prosedur, ataupun pelanggaran disiplin, pihak yang terbukti bertanggung jawab diharapkan mendapatkan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, dugaan adanya permainan oknum sebagaimana disampaikan pihak penggugat masih memerlukan pembuktian dan tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.

Empat Kali Persidangan, Kepastian Hukum Dipertanyakan

Berlarutnya persoalan pemanggilan setelah empat kali persidangan menjadi salah satu alasan utama H. Makawi menempuh jalur pengaduan.

Menurut pihak penggugat, kendala administratif yang terus berulang berpotensi memperpanjang proses penyelesaian perkara dan menambah beban bagi pihak yang sedang memperjuangkan haknya melalui pengadilan.

Karena itu, H. Makawi berharap pimpinan PN Jakarta Utara memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Ia juga meminta agar proses administrasi pemanggilan dapat dievaluasi sehingga penyebab kendala diketahui secara jelas dan tidak kembali terulang pada persidangan berikutnya.

“Pengadilan adalah tempat masyarakat mencari keadilan. Jangan sampai persoalan administrasi justru membuat masyarakat kehilangan kepastian hukum,” demikian penegasan H. Makawi mengenai harapannya terhadap proses peradilan.

Minta Majelis Hakim Pertimbangkan Putusan Verstek

Selain mendesak pemeriksaan administrasi, H. Makawi berharap majelis hakim yang menangani perkara tersebut mempertimbangkan kemungkinan penerapan putusan verstek apabila seluruh persyaratan hukum telah terpenuhi.

Dalam hukum acara perdata, Pasal 125 ayat (1) HIR pada prinsipnya mengatur kemungkinan pemeriksaan dan putusan tanpa hadirnya tergugat yang telah dipanggil secara sah dan patut, sepanjang persyaratan hukum lainnya terpenuhi.

Sementara itu, Pasal 126 HIR memberikan kewenangan kepada hakim untuk memerintahkan pemanggilan kembali sebelum menjatuhkan putusan.

Dengan demikian, penerapan putusan verstek tidak dapat dilakukan semata-mata karena tergugat tidak menghadiri persidangan.

Majelis hakim tetap harus memastikan keabsahan pemanggilan, kedudukan para pihak, serta terpenuhinya ketentuan hukum acara yang berlaku.

Pihak penggugat berharap persoalan pemanggilan segera memperoleh kejelasan agar pemeriksaan perkara dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Integritas Pelayanan Peradilan Jadi Sorotan

Pengaduan H. Makawi kepada sejumlah lembaga pengawas menjadi sorotan terhadap pentingnya profesionalitas dan akuntabilitas administrasi peradilan.

Dalam sistem peradilan, jurusita memiliki peran penting dalam pelaksanaan pemanggilan para pihak, sedangkan kepaniteraan menjalankan fungsi administrasi perkara sesuai tugas dan kewenangannya.

Oleh sebab itu, apabila muncul keberatan mengenai proses pemanggilan, pemeriksaan terhadap dokumen dan pelaksanaan prosedur menjadi langkah penting untuk memastikan apakah terdapat kesalahan administratif atau kendala lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

H. Makawi berharap Bawas MA, Ombudsman RI, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan pimpinan PN Jakarta Utara dapat menindaklanjuti pengaduannya secara profesional, objektif, dan transparan sesuai kewenangan masing-masing.

Persoalan ini bukan hanya menyangkut kepentingan penggugat, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya pelayanan peradilan yang tertib, transparan, dan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari PN Jakarta Utara maupun pihak jurusita dan kepaniteraan terkait pengaduan serta persoalan pemanggilan yang disampaikan H. Makawi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga keberimbangan informasi.

(Tim)

Torehkan Prestasi Nasional, Kantor Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Dalam Program Desa Binaan Imigrasi

Medan | GeberNews.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, keberhasilan tersebut dibuktikan melalui raihan dua penghargaan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 28 – 30 Oktober 2026 di Hotel Novotel Tangerang, Banten, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berhasil meraih penghargaan sebagai Kantor Imigrasi Teraktif Kedua dalam pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi. Tidak hanya itu, salah seorang petugas Pimpasa, Bayu Segara, juga berhasil meraih penghargaan sebagai Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Teraktif Keempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama perwakilan petugas Pimpasa, Bayu Segara. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo, S.I.K., kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk.

Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi dan dedikasi jajaran Imigrasi Belawan dalam memperkuat pengawasan keimigrasian sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui Program Desa Binaan Imigrasi. Melalui program tersebut, petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kesadaran hukum, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian.

Bimtek Pimpasa Tahun 2026 juga menjadi forum strategis untuk meningkatkan kapasitas petugas, memperkuat koordinasi, serta membangun sinergi lintas instansi dalam menghadapi berbagai tantangan keimigrasian. Sejumlah materi strategis disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Korps Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri, BAIS TNI, serta jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pembahasan meliputi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan calon pekerja migran, pemetaan potensi kerawanan wilayah, penguatan intelijen keimigrasian, hingga optimalisasi jaringan informasi berbasis masyarakat desa. Melalui pembekalan tersebut, petugas Pimpasa diharapkan semakin mampu mengenali potensi kerawanan sejak dini, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjadi penghubung antara institusi imigrasi dan lingkungan desa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan apresiasi atas capaian yang berhasil diraih oleh satuan kerja maupun petugas Pimpasa. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas kinerja, melainkan juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi dan mengoptimalkan peran Pimpasa sebagai penghubung antara Imigrasi dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana perdagangan orang melalui kolaborasi bersama masyarakat dan instansi terkait”, ujarnya.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Desa Binaan Imigrasi secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi hukum, serta optimalisasi peran petugas Pimpasa akan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan keimigrasian yang responsif dan berbasis partisipasi masyarakat.

Capaian ini sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan tugas keimigrasian tidak hanya diukur dari pengawasan di tempat pemeriksaan imigrasi, tapi juga dari kemampuan institusi untuk hadir di tengah masyarakat, mendeteksi potensi kerawanan, dan melakukan pencegahan sejak dini. Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, penguatan fungsi keimigrasian harus dilaksanakan secara proaktif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan diraihnya dua penghargaan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan diharapkan semakin meningkatkan kualitas pengawasan, pelayanan, serta mengoptimalkan peran Pimpasa dalam mencegah TPPO dan berbagai bentuk pelanggaran keimigrasian. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Imigrasi Belawan dalam mewujudkan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, melalui pelayanan, perlindungan, dan pengawasan yang terus hadir serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Dodi Rikardo Sembiring)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.