
Jakarta | GeberNews.com — Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menilai program bantuan laptop gratis yang digulirkan Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai langkah strategis dan konkret negara dalam mewujudkan keadilan pendidikan bagi masyarakat miskin. Program ini tidak sekadar pendistribusian perangkat teknologi, melainkan bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap pendidikan rakyat, khususnya bagi siswa Sekolah Rakyat dan para guru yang selama ini menghadapi keterbatasan akses sarana pembelajaran digital.
Dalam satu tahun masa pemerintahan berjalan, pemerintah dinilai telah menunjukkan kerja nyata melalui berbagai program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Program pembagian laptop gratis bagi siswa Sekolah Rakyat dan guru menjadi bukti bahwa Kementerian Sosial tidak hanya merumuskan kebijakan di atas kertas, tetapi hadir langsung menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
LAKSI berpandangan bahwa pemberian laptop oleh Kementerian Sosial memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan kecerdasan anak bangsa. Akses terhadap perangkat digital membuka ruang pembelajaran yang lebih luas, memperkuat literasi teknologi, serta memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak tertinggal dalam sistem pendidikan yang semakin menuntut penguasaan teknologi dan informasi.
Selain memperluas akses, program ini juga dinilai mampu menjamin kualitas pendidikan yang lebih bermutu, setara, dan berkeadilan. Langkah tersebut sejalan dengan visi dan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa konsep negara hadir untuk rakyat harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat paling rentan.
Koordinator LAKSI, Azmi Hiddzaqi, dalam rilisnya kepada jaringan media online menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program pembagian laptop tersebut. Menurutnya, bantuan laptop bagi siswa miskin dan guru merupakan program yang sangat pro rakyat, berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, serta menjadi sarana penting agar masyarakat miskin dapat menikmati akses internet dan fasilitas pendukung pembelajaran yang layak.
Program ini dinilai sangat vital, khususnya bagi masyarakat miskin di tingkat akar rumput. Bantuan laptop mampu meningkatkan soft skill siswa secara signifikan, mulai dari pembelajaran kolaboratif, kemampuan riset dan analisis data, keterampilan komunikasi digital, hingga pemecahan masalah dan manajemen diri. Pemanfaatan teknologi melalui proyek interaktif, akses informasi yang luas, serta platform diskusi daring mendorong siswa menjadi lebih aktif, kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia digital.
LAKSI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi dan opini liar yang bernada negatif tanpa didukung data dan fakta yang jelas. Berdasarkan pemantauan LAKSI, pengadaan laptop untuk Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, transparan, dan akuntabel. Proses pengadaan melibatkan pendampingan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta pengawasan Kejaksaan Agung dan Polri guna mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan penyimpangan.
Komitmen kuat untuk menegakkan prinsip tanpa toleransi terhadap pelanggaran, sesuai arahan Presiden, menjadi jaminan bahwa program ini dijalankan secara bertanggung jawab. Spesifikasi laptop pun disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan digital siswa dan guru, sebagaimana dilaporkan berbagai media nasional pada periode Agustus hingga November 2025.
Azmi Hiddzaqi
Koordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia








