Lima Tahun Kepergian Sang Ayah, Netapken S. Brahmana Tetap Hidup dalam Ingatan dan Doa

0
114

Medan | GeberNews.com — Lima tahun telah berlalu sejak kepergian sang ayah tercinta, namun kenangan dan doa untuk almarhum Netapken S. Brahmana tetap hidup dan mengalir dalam ingatan keluarga. Waktu yang berjalan tidak menghapus jejak kasih, teladan, dan nilai kehidupan yang ditinggalkan, justru semakin menguatkan makna kehadiran almarhum dalam perjalanan hidup anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

Hal itu disampaikan anak pertama almarhum, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, saat diwawancarai pada Sabtu, 17 Januari 2026, di rumah kediaman ibunda tercinta Rosdiana Br. Purba, istri almarhum Netapken S. Brahmana, di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbi) Medan.

Bagi Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, sosok ayah bukan sekadar orang tua, melainkan figur panutan yang menanamkan nilai keteguhan iman, kejujuran, kerja keras, serta tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

Nilai-nilai itulah yang hingga kini terus dijaga dan dijadikan pedoman, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun sosial.

“Lima tahun bukan waktu yang singkat. Namun bagi kami, ayah tidak pernah benar-benar pergi. Nasihatnya, ketulusannya, serta doa-doa yang selalu beliau panjatkan untuk kami tetap hidup dalam ingatan dan hati,” ungkap Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos dengan suara haru
.
Kepergian almarhum Netapken S. Brahmana menjadi pengingat bahwa hidup di dunia bersifat sementara. Namun amal baik, kasih sayang, dan keteladanan akan menjadi bekal yang terus mengalir pahalanya. Menurut Dodi, semasa hidup almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, pekerja keras, serta selalu mengedepankan nilai kemanusiaan dan keikhlasan.

Dalam momen lima tahun kepergian ini, keluarga besar mengisinya dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan cinta yang tidak terputus oleh waktu. Doa-doa dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta diterima seluruh amal kebaikannya.

“Sebagai anak, kewajiban kami adalah terus mendoakan ayah. Semoga beliau diberikan tempat terbaik, dilapangkan kuburnya, dan kami yang ditinggalkan diberi kekuatan serta keikhlasan,” tutur Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos.

Diketahui, Netapken S. Brahmana meninggal dunia pada Selasa, 19 Januari 2021. Pada Senin, 19 Januari 2026, genap lima tahun kepergian almarhum. Momentum ini menjadi saat refleksi bagi keluarga untuk kembali mengingat pesan-pesan kehidupan yang pernah disampaikan almarhum semasa hidup.

Peringatan lima tahun wafatnya sang ayah tidak hanya dimaknai sebagai pengingat duka, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperkuat ikatan keluarga, memperdalam rasa syukur, serta meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.

Meski raga telah tiada, kasih seorang ayah diyakini tak pernah hilang. Ia tetap hadir dalam doa-doa yang tak putus, dalam kenangan yang terjaga, serta dalam setiap langkah kehidupan anak-anaknya. Bagi keluarga, khususnya Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, almarhum Netapken S. Brahmana akan selalu hidup—dalam ingatan, dalam doa, dan dalam setiap niat baik yang terus dijaga.

Tim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini