Medan | GeberNews.com — Lulus kuliah bukan jaminan langsung bekerja. Itulah realita pahit yang kini dihadapi Herwindra Hafis, pemuda 20 tahun asal Bagan Siapi, Riau, lulusan Anaestesi dan Terapi Luka ATLM Binaan Medan, yang hingga kini masih menganggur dan terus berjuang mencari pekerjaan sesuai dengan jurusan dan kompetensi yang dimilikinya di Kota Medan.
Herwindra menyelesaikan pendidikan tinggi bidang ATLM pada tahun 2025 dengan penuh dedikasi. Namun, setelah toga dilepas, tantangan justru semakin nyata. Lapangan kerja terbatas, persaingan ketat, dan minimnya kesempatan bagi lulusan muda menjadi tembok tinggi yang harus ia hadapi. Meski demikian, semangat Herwindra tak surut. Ia memilih merantau dan menetap sementara di Medan demi membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor kesehatan.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara yang berlangsung pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026 di Warkop Bunda Jalan Sei Batang Hari Medan. Dalam perbincangan itu, Herwindra menceritakan perjalanan pendidikannya hingga keputusan berani meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang lebih baik.
Sebagai langkah awal, Herwindra mengikuti program magang selama tiga bulan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin, Medan. Di sana, ia terlibat langsung dalam berbagai proses pelayanan kesehatan, khususnya di bidang anestesi dan perawatan luka.
Pengalaman lapangan tersebut menjadi bekal berharga untuk mengasah kemampuan teknis, etos kerja, serta kedisiplinan sebagai calon tenaga kesehatan profesional.
Selama masa magang, Herwindra dikenal aktif, cepat belajar, dan memiliki integritas kerja yang baik. Ia mendapat apresiasi dari sejumlah tenaga medis senior atas sikapnya yang sopan, tekun, dan bertanggung jawab.
Sayangnya, apresiasi tersebut belum berbanding lurus dengan kesempatan kerja tetap yang ia harapkan.
Kini, Herwindra Hafis masih terus mencari peluang kerja di rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lain di Kota Medan. Ia berharap ada pihak yang membuka pintu bagi tenaga muda yang siap bekerja, belajar, dan mengabdi. Bagi yang ingin mengenal atau membutuhkan tenaga ATLM, Herwindra dapat dihubungi melalui handphone dan WhatsApp di nomor 0895 0285 7224.
Kisah Herwindra menjadi potret nyata perjuangan generasi muda lulusan kesehatan di tengah kerasnya realita lapangan kerja. Ia percaya, dengan usaha, ketekunan, dan doa, jalan pengabdian di dunia kesehatan akan terbuka.
Perjuangannya diharapkan menjadi pengingat bahwa banyak anak muda berkompeten yang hanya menunggu satu kesempatan untuk membuktikan diri.
(Dodi Sembiring)








