
Medan | GeberNews.com — Perkumpulan Garda Nusantara Madani (GNM) Sumatera Utara menegaskan sikap tegasnya untuk tampil pasang badan sebagai kekuatan sosial kontrol terhadap kekuasaan, kebijakan publik, lingkungan hidup, serta pemenuhan hak-hak rakyat. Komitmen tersebut disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Perkumpulan Garda Nusantara Madani Sumatera Utara, Irena Sinaga, S.H., yang akrab disapa Iren, saat kegiatan lari pagi di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Irena menegaskan, Perkumpulan GNM tidak akan menjadi organisasi yang hanya berdiam diri atau sekadar penonton di tengah maraknya penyimpangan kekuasaan, melemahnya penegakan hukum, serta pembiaran terhadap kerusakan lingkungan dan tergerusnya hak-hak masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, bersuara, dan bertindak ketika kepentingan rakyat terancam.
“Perkumpulan GNM hadir sebagai kekuatan sosial kontrol. Kami merasa memiliki kewajiban moral untuk mengawasi jalannya pemerintahan, kebijakan publik, dan perilaku aparatur negara. Ketika hukum dilemahkan dan kepentingan rakyat dikorbankan, organisasi masyarakat harus berani berdiri di garis depan,” tegas Irena.
Ia menilai, kekuasaan yang berjalan tanpa pengawasan berpotensi besar melahirkan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan. Karena itu, Perkumpulan GNM memilih mengambil peran aktif dengan menyuarakan kritik, memberikan peringatan, serta mendorong penegakan hukum yang adil dan berpihak kepada masyarakat luas, bukan pada kepentingan segelintir elit.
Dalam kesempatan tersebut, Irena yang didampingi Sekretaris DPP Perkumpulan GNM Sumatera Utara, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., juga menyoroti isu lingkungan hidup yang dinilai semakin memprihatinkan. Kerusakan lingkungan, pencemaran, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab disebutnya sebagai bentuk kejahatan struktural yang kerap dibiarkan tanpa penindakan tegas.
“Lingkungan hidup adalah hak dasar rakyat. Ketika lingkungan dirusak dan negara memilih diam, yang dirampas bukan hanya alam, tetapi juga masa depan generasi yang akan datang,” ujar Irena dengan nada serius.
Selain isu lingkungan, Perkumpulan GNM juga menyatakan komitmennya untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas kekuasaan. Organisasi ini akan menyoroti setiap potensi penyalahgunaan wewenang, praktik korupsi, serta kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Irena menegaskan, kritik yang disuarakan Perkumpulan GNM bukan demi sensasi atau kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai wujud tanggung jawab sosial dan keberpihakan pada kebenaran.
“Perkumpulan GNM akan selalu berada di barisan rakyat. Kami akan mengingatkan ketika kekuasaan melenceng, menegur ketika hukum dipermainkan, dan bersuara keras ketika lingkungan serta hak masyarakat dikorbankan,” tegasnya.
Irena menambahkan, ke depan Perkumpulan Garda Nusantara Madani akan memperkuat langkah advokasi, pengawasan, serta edukasi publik agar masyarakat tidak takut menyuarakan keadilan dan hak-haknya. Menurutnya, sikap diam hanya akan memperpanjang praktik pembiaran terhadap ketidakadilan.
“Diam adalah bentuk pembiaran. Perkumpulan GNM memilih untuk berdiri, bersuara, dan mengawal kepentingan rakyat demi keadilan dan masa depan yang lebih baik,” pungkas Irena.
(Red)








