Medan | GeberNews.com – PSMS Medan tak punya pilihan lain selain menang saat menjamu Adhyaksa FC pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (11/1/2026). Kekalahan atau hasil imbang hanya akan memperparah posisi Ayam Kinantan yang kini terjepit di papan bawah klasemen.

Adhyaksa FC berhadapan dengan PSMS Medan pada laga putaran pertama Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Banten International Stadium.
Tiga laga tanpa kemenangan membuat PSMS Medan terdampar di peringkat ketujuh Grup A Wilayah Barat dengan 17 poin dari 14 pertandingan. Jarak poin yang tipis dengan zona degradasi menjadi alarm bahaya serius. Laga kandang ini pun berubah menjadi pertaruhan harga diri sekaligus penentuan arah nasib PSMS ke depan.

Asisten pelatih PSMS Medan, Welliansyah mengakui pentingnya laga ini dan menegaskan seluruh pemain dalam kondisi mental siap tempur. Intensitas latihan ditingkatkan dan motivasi pemain diklaim berada di titik tertinggi.
“Semua pemain punya motivasi sangat tinggi. Gairah mereka luar biasa dalam beberapa hari latihan terakhir. Ini pertandingan kandang dan kami sadar betul arti kemenangan,” tegas Welliansyah.
Meski bermain di kandang, PSMS Medan tidak dihadapkan pada lawan mudah. Adhyaksa FC datang dengan status tim papan atas. Klub asal Jakarta itu kini bercokol di posisi kedua klasemen dengan 26 poin dan tampil konsisten sepanjang musim.

“Adhyaksa tim kuat dan harus dihormati. Tapi kami PSMS, bermain di kandang, dan kami wajib tampil habis-habisan,” lanjutnya.
Tekanan semakin besar karena kegagalan meraih poin penuh berpotensi menyeret PSMS semakin dekat ke zona degradasi. Situasi ini menuntut ketajaman lini depan dan disiplin ketat di lini belakang, sesuatu yang kerap menjadi catatan dalam laga-laga sebelumnya.
Kapten PSMS Medan, Kim Jeung-ho, secara terbuka menegaskan tekad tim untuk bangkit. Ia menyebut kehadiran pelatih baru, Eko Purdjianto, membawa perubahan signifikan dalam mental dan cara berpikir pemain.
“Kami harus menang. Pola pikir tim sudah berubah sejak pelatih baru datang. Tidak ada alasan lagi,” ujar Kim singkat namun tegas.
Kim juga melempar harapan besar kepada suporter PSMS Medan agar memadati stadion dan memberi tekanan moral kepada lawan.
“Kami butuh suporter. Dukungan mereka sangat penting untuk mendorong kami meraih tiga poin,” katanya.
Laga PSMS Medan kontra Adhyaksa FC dipastikan berlangsung keras dan penuh tensi. Bagi PSMS, ini bukan sekadar pertandingan, melainkan misi penyelamatan dari ancaman degradasi dan pembuktian bahwa Ayam Kinantan belum habis.
(Dodi Rikardo)
Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube








