Tokoh Elit Diminta Stop Hujat Kapolri, LAKSI Tegaskan Kritik Harus Santun dan Berbasis FaktaTokoh Elit Diminta Stop

0
54

Jakarta | GeberNews.com – Hujat Kapolri, LAKSI Tegaskan Kritik Harus Santun dan Berbasis Fakta menjadi perhatian setelah maraknya serangan dan hujatan terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di media sosial. Serangan dengan bahasa kasar dan bernada kebencian dinilai sudah melewati batas kritik dan justru merusak akal sehat publik serta memperkeruh suasana kebangsaan.
Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia, Azmi Hidzaqi, dalam rilis pers tertanggal 4 Februari 2026 menyampaikan keprihatinannya atas cara sebagian tokoh nasional menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, perbedaan pandangan tentang posisi dan peran Polri adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berubah menjadi ajang saling serang dan caci maki.
Azmi menegaskan kritik harus disampaikan dengan data, argumen, dan etika. Bukan dengan emosi dan narasi provokatif. Tokoh publik dinilai punya tanggung jawab moral untuk memberi contoh komunikasi yang sehat karena setiap pernyataan mereka berdampak luas bagi masyarakat.

Ia menilai kualitas pendidikan politik di media sosial menurun ketika tokoh lebih sibuk menyerang pribadi dan institusi daripada menawarkan solusi. Pola seperti ini berisiko memicu polarisasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.
Menurut Azmi Hidzaqi, pernyataan yang santun dan terukur justru akan melahirkan gagasan perbaikan yang nyata. Narasi yang tenang dan konstruktif lebih dibutuhkan publik dibanding serangan emosional. Karena itu, ia meminta para elite nasional menghentikan penggiringan opini yang menyesatkan dan tidak berbasis fakta.

Dalam keterangannya juga disebutkan Polri saat ini sedang fokus melakukan pembenahan pelayanan dan peningkatan profesionalisme. Pendekatan humanis serta respons cepat terhadap laporan masyarakat disebut terus diperkuat. Penindakan terhadap anggota yang melanggar aturan, termasuk praktik pungli, juga dinilai sebagai bagian dari upaya perbaikan internal.

Berdasarkan rilis survei akhir tahun 2025, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri disebut menunjukkan tren positif. Polri masuk jajaran lembaga negara dengan tingkat kepercayaan tinggi. Meski begitu, LAKSI menekankan bahwa kritik dari masyarakat tetap penting, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan membangun.

LAKSI mengajak masyarakat menghentikan budaya saling hujat di ruang publik dan media sosial. Perbedaan pendapat tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan. Demokrasi membutuhkan adu gagasan, bukan adu makian, demi menjaga ruang publik tetap sehat dan kondusif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini