LKPK Sumut Diresmikan, Publik Bertanya: Lawan Korupsi atau Sekadar Seremoni?

0
38

GeberNews.com | Medan — Peresmian Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (LKPK) Sumatera Utara memantik perhatian publik. Di tengah maraknya lembaga anti-korupsi, muncul satu pertanyaan besar: apakah ini awal gerakan nyata atau hanya seremoni tanpa dampak?

LKPK Sumut resmi diresmikan melalui acara syukuran di sekretariatnya di Jalan Bahagia Lk. V No.56, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (3/5/2026). Sejumlah pengurus dan anggota organisasi, termasuk dari PERADAN Sumatera Utara, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Secara simbolik, peresmian ini menandai lahirnya satu lagi lembaga yang mengusung semangat pemberantasan korupsi. Namun di lapangan, publik tidak lagi hanya melihat simbol—melainkan menunggu aksi.

Dalam sambutannya, pengurus LKPK menyatakan komitmennya untuk mendorong transparansi dan mengawal akuntabilitas.

Slogan “Bersatu, Bergerak, dan Berani Melawan Korupsi” digaungkan sebagai arah gerakan.
Namun, pengalaman menunjukkan bahwa tidak sedikit lembaga serupa yang muncul dengan semangat besar, tetapi perlahan meredup tanpa kontribusi signifikan.

“Pertanyaannya sederhana: berani atau tidak melawan?” ujar seorang pengamat sosial di Medan.

Sorotan juga mengarah pada independensi lembaga. Pemberantasan korupsi bukan hanya soal keberanian berbicara, tetapi juga kemampuan bertahan dari tekanan kekuasaan dan kepentingan.

Jika hanya berhenti pada kegiatan seremonial, kehadiran LKPK berisiko menambah daftar panjang organisasi tanpa dampak nyata.

Acara peresmian sendiri berlangsung sederhana, diawali doa bersama, sambutan, dan ditutup dengan sesi dokumentasi. Namun di balik kesederhanaan itu, ekspektasi publik justru semakin besar.

Kini, publik menunggu langkah konkret. LKPK Sumut dihadapkan pada pilihan: menjadi kekuatan baru dalam melawan korupsi, atau sekadar nama yang ramai saat diresmikan, lalu perlahan dilupakan.

(Rafli Tanjung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini