MEDAN | GeberNews.com – Pekuburan Umum Alambaru di Lingkungan I, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, berubah menjadi lautan genangan setelah diguyur hujan selama sepekan terakhir. Kondisi yang tidak biasa itu membuat warga resah karena ratusan makam kini terendam air dan sulit dikunjungi oleh keluarga yang hendak berziarah.
Dari pantauan di lokasi, Sabtu (14/6/2026), hamparan air tampak menutupi sebagian besar area pemakaman. Sejumlah nisan hanya terlihat bagian atasnya, sementara beberapa makam lainnya nyaris tidak dapat dikenali karena tertutup genangan yang cukup dalam.
Pemandangan tersebut membuat suasana pemakaman yang biasanya tenang berubah menjadi memprihatinkan.
Warga sekitar menyebut kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu minggu. Tingginya curah hujan ditambah buruknya sistem pembuangan air diduga menjadi penyebab utama genangan tak kunjung surut.
“Dulu tidak pernah seperti ini. Air masih bisa mengalir keluar. Sekarang setelah banyak pembangunan di sekitar kawasan ini, air seperti tertahan dan akhirnya berkumpul di areal pekuburan,” ujar seorang warga.
Menurut warga, pembangunan berbagai fasilitas dan bangunan di sekitar lokasi seharusnya diimbangi dengan penataan drainase yang baik. Jika tidak, air hujan akan terus mencari titik terendah dan menggenangi kawasan pemakaman maupun permukiman warga.
Yang paling dirasakan masyarakat adalah hilangnya akses untuk berziarah. Banyak keluarga yang memiliki orang tua, sanak saudara, maupun kerabat yang dimakamkan di lokasi tersebut terpaksa mengurungkan niat untuk berdoa di makam karena genangan air yang cukup dalam.
Salah seorang warga, MF Sembiring, mengaku sangat sedih melihat makam orang tuanya terendam banjir.
“Kami tidak bisa lagi berziarah. Setiap kali datang hanya bisa melihat dari kejauhan karena air terlalu dalam. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar dibuat drainase yang memadai sehingga banjir seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran baru. Warga takut genangan yang terus bertahan dapat merusak struktur makam, mengikis tanah kuburan, hingga menyebabkan sejumlah makam sulit dikenali jika banjir berlangsung lebih lama.
Tidak hanya itu, masyarakat sekitar juga cemas apabila volume air terus bertambah. Mereka khawatir genangan dari areal pemakaman akan meluas ke lingkungan permukiman dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku pihak kelurahan telah meninjau lokasi. Namun hingga kini mereka masih menunggu langkah nyata berupa penanganan darurat maupun solusi permanen agar air dapat segera surut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan melalui instansi terkait segera melakukan normalisasi saluran air dan membangun sistem drainase yang memadai.
Menurut mereka, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut penghormatan terhadap tempat peristirahatan terakhir para leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Di tengah cuaca yang masih berpotensi diguyur hujan, harapan warga kini hanya satu: agar pemerintah segera turun tangan sebelum genangan yang telah mengubah pekuburan menjadi seperti danau itu menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.
(Tim)







