Medan | GeberNews.com – Kebocoran pipa milik Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Tirtanadi di Jalan Purwosari, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, menuai sorotan dan keluhan masyarakat. Genangan air yang terus membasahi badan jalan dinilai mengganggu aktivitas warga sekaligus memunculkan pertanyaan serius terkait respons perusahaan daerah tersebut dalam menangani persoalan pelayanan publik.
Kondisi ini membuat warga resah. Selain menghambat mobilitas masyarakat dan pengguna jalan, kebocoran yang belum tertangani secara tuntas juga dikhawatirkan menimbulkan dampak lebih luas apabila terus dibiarkan.
Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan manajemen PERUMDA Tirtanadi dalam merespons persoalan yang menyangkut fasilitas dan pelayanan publik tersebut.
Sorotan keras datang dari Direktur Eksekutif Mahasiswa Rakyat Corruption Watch, Hamdi Hasibuan. Ia menyayangkan apabila keluhan masyarakat tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Menurut Hamdi, kebocoran pipa tersebut bukan persoalan sepele. Sebagai perusahaan daerah yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan air bersih, PERUMDA Tirtanadi juga harus memastikan infrastruktur yang dikelolanya berada dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan apabila keluhan masyarakat tidak diindahkan. Kebocoran pipa ini sudah mengakibatkan genangan air di badan jalan sehingga aktivitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban akibat lambannya penanganan,” tegas Hamdi.
Ia menilai, manajemen PERUMDA Tirtanadi harus menunjukkan tanggung jawab melalui tindakan konkret, bukan sekadar menunggu persoalan berkembang menjadi polemik di tengah masyarakat.
Hamdi juga meminta Kepala Cabang hingga jajaran Direksi PERUMDA Tirtanadi melakukan evaluasi serius terhadap penanganan kebocoran tersebut, termasuk memastikan pihak teknis segera turun ke lokasi.
Bahkan, ia melontarkan pernyataan tegas terkait tanggung jawab pejabat yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut.
“Jika pihak PERUMDA Tirtanadi tidak mampu menangani persoalan kebocoran pipa ini, kami meminta Kepala Cabang maupun Direktur PERUMDA Tirtanadi untuk mengevaluasi diri. Bahkan, jika memang tidak mampu menjalankan tanggung jawab dan amanah jabatan, lebih baik mundur dari jabatannya. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan akibat buruknya respons terhadap persoalan pelayanan publik,” ujarnya.
Ancam Gelar Aksi Demonstrasi
Tidak hanya menyampaikan kritik, Mahasiswa Rakyat Corruption Watch juga menyatakan siap mengambil langkah lebih lanjut apabila tidak ada penyelesaian konkret dari pihak PERUMDA Tirtanadi.
Hamdi menegaskan, pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PERUMDA Tirtanadi sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus desakan agar manajemen segera bertindak.
Menurutnya, langkah demonstrasi merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Sebab, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan keluhan dan meminta pertanggungjawaban atas persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Pihaknya mendesak PERUMDA Tirtanadi segera menerjunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap titik kebocoran, memperbaiki jaringan pipa yang rusak, serta memastikan genangan air tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.
Hamdi juga mengingatkan bahwa persoalan pelayanan publik yang tidak segera ditangani dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penyedia layanan.
Jangan Abaikan Keluhan Masyarakat!
Persoalan kebocoran pipa di Jalan Purwosari seharusnya menjadi perhatian serius manajemen PERUMDA Tirtanadi. Pelayanan publik bukan hanya tentang memastikan air bersih mengalir ke rumah pelanggan, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dikelola tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan dan masyarakat.
Warga membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji penyelesaian. Karena itu, manajemen PERUMDA Tirtanadi diharapkan segera memberikan respons, melakukan perbaikan, serta menyampaikan penjelasan terbuka mengenai langkah penanganan yang dilakukan.
Jangan sampai persoalan kebocoran pipa yang semestinya dapat ditangani melalui langkah teknis justru berkembang menjadi gelombang protes masyarakat.
Kini, publik menunggu langkah nyata PERUMDA Tirtanadi. Sebab, ketika pelayanan publik bermasalah, tanggung jawab untuk menyelesaikannya tidak boleh diabaikan.
(Tim)












