Arya Mahendra Sinulingga Terpilih Aklamasi Pimpin PSSI Sumut 2026–2030, Bidik Pemain Timnas dari Usia Dini

0
15

MEDAN | GeberNews.com — Arya Mahendra Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara periode 2026–2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (12/10/2026). Ia ditetapkan secara aklamasi setelah dua kandidat lainnya, Julius Raja dan Benny Tomasoa, tidak melanjutkan pencalonan hingga proses pemilihan berakhir.

Terpilihnya Arya Mahendra Sinulingga menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumut selama dua tahun. Kini, ia mengemban tanggung jawab untuk membenahi tata kelola organisasi, memperkuat kompetisi, serta membangun sistem pembinaan sepak bola yang menjangkau seluruh wilayah Sumatera Utara.

Ketua Komite Kongres Pemilihan Ketua PSSI Sumut, Indra Feriadi, menjelaskan bahwa dari tiga kandidat yang sebelumnya lolos verifikasi berkas, hanya Arya Mahendra Sinulingga yang menyatakan bersedia melanjutkan proses pemilihan hingga akhir kongres. Panitia terlebih dahulu kembali meminta konfirmasi kesediaan para kandidat untuk maju dalam forum KLB.

“Sesuai dengan statuta yang ada, jika calon ketua hanya satu maka secara aklamasi dan disetujui oleh forum, Pak Arya terpilih menjadi Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030,” kata Indra.
Dengan demikian, penetapan Arya Mahendra Sinulingga dilakukan melalui mekanisme aklamasi, bukan melalui pemungutan suara dengan beberapa kandidat yang bersaing. KLB tersebut dihadiri 33 Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab/Askot) dan 15 klub di bawah naungan PSSI Sumut.

Bidik Pemain Timnas, Pembinaan Dimulai dari Usia 8–12 Tahun

Usai terpilih, Arya Mahendra Sinulingga mengakui tanggung jawab yang kini diembannya semakin besar. Ia menegaskan, kepemimpinan definitif menuntut pengelolaan organisasi yang lebih tertata, program kerja yang terukur, serta target pembinaan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

“Ya, perasaannya, tanggung jawab sepertinya semakin banyak. Kalau kemarin sebagai Plt kan programnya begitu saja. Kalau sekarang ini harus lebih rapi dan bagus dari kemarin, harus kejar target,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/10/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Medan.

Salah satu prioritas Arya Mahendra Sinulingga adalah memperkuat pembinaan pemain sejak usia dini. Menurutnya, Sumatera Utara harus mampu melahirkan bibit pesepak bola yang berpotensi menembus tim nasional melalui sistem pembinaan berjenjang, bukan sekadar mengandalkan pemain yang sudah berada di level senior.

“Kalau saya jelas, saya mau Sumut itu melahirkan cikal bakal pemain timnas. Dari mana? Dari usia 8–12 tahun, hanya dengan begitulah kita bisa melahirkan pemain Timnas, gak bisa ujuk-ujuk di ujung, harus dari bawah, sehingga nanti setiap minggu sudah main bola terus di seluruh Sumut,” katanya.

Arya Mahendra Sinulingga ingin kompetisi kelompok umur diaktifkan secara rutin di 33 kabupaten/kota.

Dengan tersedianya kesempatan bertanding secara berkelanjutan, potensi pemain muda dari berbagai daerah diharapkan dapat terpantau dan dikembangkan sejak awal.

Pemerataan kompetisi menjadi penting agar pembinaan tidak hanya terpusat di Kota Medan.

Talenta dari kabupaten dan kota lainnya juga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kemampuan, dan menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

Wasit Sumut Ditargetkan Menembus Level FIFA

Tak hanya fokus pada pemain, Arya Mahendra Sinulingga juga menargetkan peningkatan kualitas wasit Sumatera Utara hingga mampu menembus level internasional dan memperoleh pengakuan FIFA.

Menurutnya, kemajuan sepak bola membutuhkan dukungan berbagai unsur, mulai dari pemain, pelatih, wasit, klub, hingga pengelola kompetisi.

Seluruh unsur tersebut harus dikembangkan secara beriringan agar ekosistem sepak bola Sumut semakin kompetitif.

“Kemudian melahirkan wasit sampai ke level FIFA. Tapi ini semua tanpa dukungan pemerintah ini semua tidak mungkin. Jadi kita harap pemerintah daerah juga bisa dukung kita, karena ini hal yang baik juga untuk daerah,” ujarnya.

Arya Mahendra Sinulingga menilai dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk merealisasikan program tersebut. Sinergi antara PSSI Sumut, pemerintah kabupaten/kota, klub, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar pembinaan serta kompetisi dapat berjalan secara berkesinambungan.

Kepengurusan Baru Disiapkan, Profesionalisme Jadi Tantangan

Setelah terpilih, Arya Mahendra Sinulingga menyatakan akan segera menyusun kepengurusan PSSI Sumut periode 2026–2030. Ia ingin organisasi dikelola secara profesional dengan visi dan misi yang sejalan dengan perkembangan sepak bola modern, termasuk potensinya sebagai industri.

“Dalam waktu dekat, kita susun dengan profesional karena sepak bola juga ke depan akan menjadi industri jadi visi misi kita juga harus profesional.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini