Siswi SMA Dibegal di Batang Kuis! Warga Murka, Desak Polisi Bertindak Sebelum Ada Korban Jiwa

0
185

Deli Serdang | GeberNews.com — Teror begal kembali menghantui warga Kecamatan Batang Kuis. Kali ini, seorang siswi SMA Negeri Batang Kuis, Azka Tazkya Hatri HRP (15), menjadi korban kebiadaban pelaku begal saat pulang sekolah di Jalan Pancasila, Desa Paya Gambar, Kamis (16/10/2025) sore.

Korban yang tinggal di Perumahan Kuis Indah Permai, Desa Paya Gambar, saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat menuju rumahnya. Namun ketika melintas di simpang Perumahan Puri Akasia, ia dipepet dua pria tak dikenal yang mengendarai Honda Vario warna hitam.

Salah seorang pelaku dengan cepat merampas telepon genggam korban yang diletakkan di dashboard depan sepeda motornya. Tidak tinggal diam, korban berusaha mengejar kedua pelaku hingga ke arah Desa Mesjid. Namun nahas, dalam upaya pengejaran itu motor korban tergelincir dan terjatuh di tengah jalan.

Akibat insiden tersebut, Azka mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Beruntung, barang berharga lainnya masih terselamatkan. Meski demikian, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan keluarganya.

Kejadian ini sontak memicu kemarahan dan keresahan warga. Mereka menilai aksi begal di kawasan Batang Kuis kini semakin brutal dan berani, hingga menimbulkan rasa takut, terutama bagi pelajar dan perempuan yang kerap melintas pada jam-jam rawan.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Paya Gambar, Abdulhadi, menyampaikan keprihatinan sekaligus desakan keras kepada pihak kepolisian agar segera bertindak tegas menumpas para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

“Kami berharap Polsek Batang Kuis lebih proaktif menindak para pelaku begal yang sudah sangat meresahkan warga. Situasi ini sudah darurat. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas Abdulhadi dengan nada geram.

Ia juga mendesak Kapolresta Deli Serdang untuk mengevaluasi kinerja Kapolsek Batang Kuis, mengingat banyaknya laporan masyarakat terkait meningkatnya tindak kriminalitas di wilayah tersebut.

“Kami ingin kepolisian benar-benar hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kalau tidak segera ada tindakan nyata, warga bisa kehilangan kepercayaan,” ujarnya penuh kecewa.

Warga berharap aparat kepolisian segera meningkatkan patroli rutin dan penjagaan di titik-titik rawan, terutama di Jalan Pancasila, simpang Puri Akasia, serta jalur menuju Desa Mesjid — kawasan yang dikenal sepi dan minim penerangan pada sore hingga malam hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun langkah penyelidikan untuk memburu para pelaku.

Masyarakat mendesak agar kejadian ini menjadi peringatan keras bagi aparat penegak hukum untuk memperkuat pengamanan di wilayah Batang Kuis. Aksi begal yang kini berani beraksi pada siang hari menjadi bukti bahwa rasa aman warga sudah di ambang hilang.

“Keamanan adalah hak semua warga. Kami tidak ingin ada lagi anak sekolah atau ibu rumah tangga yang menjadi korban di jalanan,” tutup Abdulhadi.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi aparat kepolisian untuk segera bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku begal. Warga Batang Kuis berharap situasi keamanan segera pulih agar masyarakat kembali bisa beraktivitas tanpa rasa takut di tanah sendiri.

🟥 Tim | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini