
Makassar | GeberNews.com — SPBU Perintis disorot usai muncul dugaan mafia solar. Tabir gelap distribusi BBM bersubsidi di Kota Makassar kembali mencuat ke permukaan. Kali ini sorotan tajam mengarah ke SPBU di Jalan Poros Perintis Kemerdekaan, depan PT Coca Cola, yang diduga menjadi titik bermain pelansir solar subsidi hingga merugikan masyarakat kecil sebagai penerima hak utama.
Dugaan praktik ini terungkap dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan tim LMR RI Sulawesi Selatan. Aktivitas mencurigakan disebut berlangsung pada jam rawan pengawasan, saat sebagian besar warga masih terlelap. Sebuah mobil boks milik perusahaan ritel modern bersama truk diduga rutin melakukan pengisian solar subsidi dalam jumlah besar dengan pola masuk yang tidak lazim.
Ketua Investigasi Sulsel LMR RI, Husaen, menyebut kendaraan tersebut masuk area SPBU dengan manuver melawan arah dan beroperasi sekitar pukul 02.00 WITA. Pola ini dinilai bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan bagian dari skenario agar aktivitas tidak terpantau publik.
Menurutnya, pola permainan tidak berhenti pada jam operasi dini hari. Ada dugaan kuat praktik pengondisian kuota melalui sistem deposit atau pemesanan jatah terlebih dahulu oleh pihak tertentu. Dengan skema itu, solar subsidi seakan habis saat masyarakat umum datang pada siang hari, padahal diduga sudah “diamankan” lebih dulu oleh pemain besar.
Akibatnya, nelayan, sopir angkutan, dan pelaku usaha kecil yang menjadi sasaran utama subsidi harus pulang dengan tangan kosong. Sementara solar justru diduga mengalir ke jalur tidak resmi dengan harga dan keuntungan berlipat bagi para pelansir.
Husaen menilai praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap program subsidi negara. Ia menegaskan bahwa jika dugaan deposit dan permainan kuota terbukti, maka bukan hanya pelanggaran aturan distribusi, tetapi sudah masuk ranah pidana dan merugikan keuangan negara.
LMR RI Sulsel mendesak aparat penegak hukum dan pihak Pertamina segera turun langsung melakukan audit dan pengawasan ketat. Mereka meminta SPBU yang terbukti bermain curang diberi sanksi tegas hingga penyegelan, serta mengusut aktor di balik jaringan distribusi gelap tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan solar subsidi di berbagai daerah. Jika tidak ditindak keras, praktik mafia BBM dikhawatirkan makin terstruktur dan terang-terangan, sementara hak rakyat kecil terus terkikis tanpa perlindungan.
(BaraMakassar)








