Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara Sekaligus Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo–Gibran Untuk Rakyat Indonesia, Adi Warman Lubis Minta Polisi Gerak Cepat dalam Penanganan Laporan Posisi Masyarakat

0
544

Medan | GeberNews.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, sekaligus Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo–Gibran Untuk Negara Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, meminta aparat kepolisian khususnya Polrestabes Medan agar gerak cepat dan serius dalam menangani laporan-laporan masyarakat yang hingga kini masih mandek tanpa kejelasan tindak lanjut.

Wawancara dengan GeberNews.com dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2025, di Kantor Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. HM. Yamin, SH No. 202, Medan. Dalam kesempatan itu, Adi menegaskan bahwa masyarakat sudah muak dengan janji tanpa bukti dari aparat penegak hukum.

Adi mengungkapkan, sebelumnya telah ada komitmen resmi dari pihak Polrestabes Medan untuk menindaklanjuti sejumlah laporan masyarakat dalam pertemuan pada 29 September 2025, yang dihadiri Kanit, Panit, hingga Wakasat Reskrim. Namun, hingga kini tidak terlihat langkah konkret.

“Mereka janji akan menindaklanjuti laporan-laporan yang mangkrak, tapi nyatanya janji tinggal janji. Tidak ada bukti. Bagaimana masyarakat mau percaya kepada institusi kepolisian kalau begini caranya?” tegas Adi Warman Lubis.

Menurutnya, dalam aksi damai yang digelar di depan Mapolrestabes Medan beberapa waktu lalu, pihaknya sempat diterima berdialog oleh beberapa perwira, termasuk Wakasat Reskrim. Namun hasilnya hanya ucapan manis tanpa realisasi nyata.

“Mereka cuma memberi harapan palsu. Kami sudah bosan dijanjikan. Kalau Kapolrestabes Medan yang baru tidak bisa menuntaskan laporan-laporan yang mandek, kami akan turun aksi lagi dengan massa yang jauh lebih besar. Ini bukan gertakan, ini komitmen,” ujarnya lantang.

Lebih lanjut, Adi menyoroti ketimpangan dalam penegakan hukum di Kota Medan yang menurutnya masih sarat praktik tebang pilih.

“Kami masyarakat taat hukum. Tapi kalau hukum dijadikan permainan, kami siap tampil di depan. Saya tahu betul bagaimana bobroknya sistem penegakan hukum di Polrestabes Medan. Kalau ada uang, semua bisa diatur. Saya punya bukti, bukan fitnah,” ungkapnya.

Adi juga menilai bahwa banyak laporan dari masyarakat kecil yang tidak pernah diproses, sementara laporan dari pihak yang punya uang dan koneksi justru melaju cepat seperti jalan tol.

“Ini jelas tidak benar. Kalau dibiarkan, jangan harap citra polisi bisa pulih. Justru masyarakat makin tidak percaya. Polisi harus kembali ke jati dirinya: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat — bukan menakut-nakuti mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Kapolrestabes Medan cq Kasat Reskrim, meminta agar laporan-laporan masyarakat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami tunggu sikap mereka. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindakan, kami akan kembali turun ke Polrestabes Medan dan lanjut ke Polda Sumut. Kami sudah lelah dengan janji tanpa bukti,” tutup Adi Warman Lubis dengan nada tegas.

🟥 Dodi Rikardo | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini