AFF U-19 Gagal Digelar di Stadion Teladan, Adi Warman Lubis Minta Dugaan Kelalaian Proyek Renovasi Diusut Tuntas

0
29

Ketum DPP TKN Kompas Nusantara Soroti Lambannya Penyelesaian Stadion Teladan, Desak Audit Anggaran dan Evaluasi Pihak Pelaksana Proyek

Medan | GeberNews.com – Batalnya Stadion Teladan Medan menjadi venue Piala AFF U-19 Tahun 2026 menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Selain dinilai mencoreng kesiapan Kota Medan sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan besar terkait lambannya penyelesaian proyek renovasi stadion yang telah berlangsung cukup lama dengan anggaran yang tidak sedikit.

Keputusan pembatalan Stadion Teladan sebagai venue pertandingan diambil karena sejumlah fasilitas pendukung stadion belum memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi penonton, meskipun kondisi lapangan dinyatakan telah siap digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia, sekaligus Pemimpin Umum Media GeberNews.com, Adi Warman Lubis, menyampaikan apresiasi kepada panitia AFF U-19 yang telah mempercayakan Sumatera Utara sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut.

Namun di sisi lain, Adi menilai gagalnya Stadion Teladan menjadi venue AFF U-19 merupakan tamparan bagi proses pembangunan yang selama ini digembar-gemborkan akan selesai tepat waktu.

“Kami bangga AFF U-19 digelar di Sumatera Utara karena akan membawa dampak positif bagi promosi daerah, sektor ekonomi, pariwisata, hingga peningkatan citra daerah. Namun sangat disayangkan Stadion Teladan yang sejak awal diproyeksikan menjadi venue justru gagal digunakan akibat belum rampungnya fasilitas pendukung,” ujar Adi Warman Lubis di Kantor DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H. Nomor 202 Medan, Senin (1/6/2026).

Menurut Adi, masyarakat berhak mengetahui secara terbuka penyebab keterlambatan penyelesaian proyek renovasi stadion yang mengakibatkan hilangnya kesempatan Kota Medan menjadi salah satu pusat pelaksanaan AFF U-19.

“Kami mempertanyakan mengapa sampai hari ini pembangunan Stadion Teladan belum juga tuntas. Padahal jauh-jauh hari pemerintah telah menyampaikan bahwa stadion ini dipersiapkan untuk menyambut event internasional. Jika memang terjadi kelalaian dalam pelaksanaan proyek, maka pihak yang bertanggung jawab harus dievaluasi dan diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya.

Adi menilai kegagalan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara.

“Kita tidak ingin ada pembiaran terhadap proyek yang penyelesaiannya molor tanpa kejelasan. Publik berhak mengetahui bagaimana penggunaan anggaran, progres pekerjaan, kualitas material yang digunakan, hingga kendala yang menyebabkan stadion belum siap digunakan.

Semua harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lebih lanjut, Adi Warman Lubis menyatakan pihaknya sebagai lembaga kontrol sosial akan menyurati instansi terkait guna meminta penjelasan resmi mengenai progres pembangunan Stadion Teladan.

“Kami akan meminta penjelasan terkait besaran anggaran, pelaksanaan pekerjaan, kualitas pembangunan, serta kesesuaian proyek dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau unsur kelalaian yang merugikan masyarakat dan daerah, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pembangunan Stadion Teladan tidak hanya merugikan pecinta sepak bola, tetapi juga berpotensi menghilangkan peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

“Seandainya AFF U-19 digelar di Stadion Teladan, tentu akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, sektor UMKM, hotel, transportasi, dan berbagai sektor lainnya. Selain itu, nama Kota Medan juga akan semakin dikenal melalui event internasional tersebut. Karena itu, publik wajar mempertanyakan mengapa stadion yang telah direnovasi dalam waktu lama justru belum siap digunakan,” pungkasnya.

Batalnya Stadion Teladan sebagai venue AFF U-19 Tahun 2026 kini menjadi perhatian publik. Selain menyangkut kesiapan infrastruktur olahraga, persoalan tersebut juga dinilai sebagai momentum untuk mengevaluasi seluruh proses pembangunan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada proyek-proyek strategis lainnya di Sumatera Utara.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini