Korban TPPO Minta Pendampingan KSJ dan Gerbraksu, Tim Gabungan Siap Bergerak ke Pekanbaru

0
247

Medan | GeberNews.com – Korban TPPO minta pendampingan KSJ dan Gerbraksu, tim gabungan siap bergerak ke Pekanbaru. Nezza Syafitri Nasution, orang tua korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), secara resmi memohon pendampingan kepada Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ) dan Gerakan Berantas Kejahatan Sumatera Utara (Gerbraksu) atas kasus yang menimpa anak kandungnya.
Nezza berharap adanya kolaborasi nyata antara KSJ, Gerbraksu, serta Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) dalam melakukan pendampingan menyeluruh terhadap anaknya yang diduga menjadi korban TPPO. Pendampingan tersebut mencakup layanan terpadu, mulai dari konseling psikologis, rehabilitasi kesehatan dan sosial, advokasi hukum, pelaporan kepada aparat penegak hukum, hingga proses reintegrasi sosial agar korban dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.
Menanggapi permohonan tersebut, Saharudin Keri’s selaku perwakilan KSJ menyatakan pihaknya siap turun langsung melakukan pendampingan dan pengawalan kasus hingga ke Pekanbaru.
“Insya Allah, kami dari KSJ siap mendampingi Ibu Nezza Syafitri Nasution ke Pekanbaru, karena anak beliau diduga kuat menjadi korban TPPO,” ujar Saharudin, Minggu (28/12/2025).
Sebelumnya, Nezza Syafitri Nasution mengungkapkan bahwa pada Minggu malam sekitar pukul 21.38 WIB, 6 Juli 2025, ia menerima informasi mengejutkan terkait anaknya, Nabila Aisyah, yang diduga menjadi korban TPPO. Informasi tersebut disertai titik lokasi kejadian melalui fitur pelacakan serta nomor WhatsApp yang diduga digunakan selama proses penyekapan.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua perempuan muda yang diduga menjadi korban, yakni Nabila Aisyah (17) dan Nia Permata Sari Simatupang (18). Keduanya diduga direkrut dengan iming-iming pekerjaan, namun justru dipekerjakan secara tidak manusiawi di sebuah tempat hiburan malam berkedok kafe remang-remang.
Nabila Aisyah mengaku disekap dan ditipu. Ia dipaksa bekerja di kafe remang-remang, diminta mengenakan pakaian minim, serta melayani tamu pria. Tempat tersebut disebut-sebut milik seorang perempuan bernama Ririn, berlokasi di wilayah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Pengakuan Nabila tersebut disampaikan langsung kepada seorang wartawan bernama Athia. Dalam keterangannya, Nabila juga mengungkapkan masih ada korban lain, yakni kerabatnya, Nia Permata Sari Simatupang, yang belum berhasil lolos dan masih berada di lokasi kejadian. Dalam kondisi tertekan, Nabila memohon bantuan agar temannya segera diselamatkan.
“Saya sudah berhasil keluar dari kafe remang-remang milik Ririn dan sedang dalam perjalanan. Tapi kawan saya, Nia Permata Sari, masih belum lolos. Tolong bantu dia, Pak. Kami sempat disekap oleh dua orang, perempuan bernama Yesi dan laki-laki bernama Brayan,” ujar Nabila, Minggu malam (6/7/2025).
Sementara itu, awak media juga berhasil menghubungi Nia Permata Sari Simatupang melalui pesan WhatsApp. Nia membenarkan seluruh peristiwa tersebut dan mengaku masih ditahan karena belum mampu membayar sejumlah uang yang diminta oleh pihak pengelola kafe.
“Iya Pak, benar. Kawan saya sudah bisa keluar setelah ada yang membayar uang pengganti ongkosnya. Saya masih di sini karena belum punya uang, jadi tidak dibolehkan pulang,” ungkap Nia.
Nia juga mengaku tidak mengetahui sejak awal bahwa dirinya direkrut untuk bekerja di tempat hiburan malam. Ia mengira akan mendapatkan pekerjaan layak, namun justru diduga dijual oleh agen kepada pemilik kafe remang-remang tersebut.
“Kami tidak tahu kalau kami dijual oleh agensi ke usaha kafe remang-remang seperti ini. Awalnya kami sama sekali tidak tahu,” jelasnya sejak Minggu malam hingga Senin pagi, 7 Juli 2025.
Kasus dugaan TPPO ini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas, mengusut tuntas dugaan perdagangan orang tersebut, serta memberikan perlindungan maksimal kepada para korban.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini