Gema Natal 2025 di Woloan II: Rekonsiliasi KekeluargaanWehantouw dan Tekad Menuju Reuni Akbar Dunia 2026

0
74

Tomohon | GeberNews.com – Gema Natal 2025 menjadi momentum bersejarah bagi garis keturunan besar marga Wehantouw yang telah berdiaspora ke berbagai penjuru nusantara. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan, keluarga besar Wehantouw menyatukan langkah dalam perhelatan bertajuk Perayaan Natal 2025 dan Silaturahmi Keluarga, yang digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025 di kediaman bersejarah peninggalan almarhum Prof. Dr. Onde Jimmy Wehantouw, MS, di Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Sulawesi Utara.

Ibadah syukur sebagai pembuka acara dipimpin oleh Pdt. Jultje Wehantouw, M.Th., yang berlangsung dalam suasana sarat makna. Kehadiran para keturunan marga Wehantouw lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga para lansia, serta latar belakang profesi dan domisili yang beragam, mempertegas kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga meski dipisahkan jarak dan waktu. Para peserta datang dari Jakarta, Tangerang, Makassar, Gorontalo, Manado, hingga berbagai wilayah di Tomohon, Tondano, Langowan, dan daerah penyangga lainnya di Sulawesi Utara.

Dalam khotbahnya, Pdt. Jultje Wehantouw yang juga menjabat sebagai Ketua Jemaat GMIM Langowan menegaskan bahwa Natal adalah peristiwa agung tentang perkenanan Tuhan yang melawat ciptaan-Nya. Natal, menurutnya, merupakan manifestasi kasih ilahi yang kekal dan tak tergerus oleh perubahan zaman.
“Sang Kristus adalah sahabat sejati yang hadir menerangi kegelapan dunia. Ia menjadi penghibur di tengah duka dan penopang dalam beratnya beban hidup. Mari kita satukan hati dalam penyembahan kepada Allah yang telah menyatakan kemuliaan-Nya melalui kehadiran Sang Immanuel,” tuturnya dengan penuh penghayatan.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Jultje juga membagikan refleksi personal mengenai identitasnya sebagai bagian dari silsilah besar Wehantouw. Ia menguraikan garis keturunan yang mengalir melalui sang ibunda, almarhumah Engelien Wehantouw, yang berakar kuat di Woloan, Tomohon, hingga Jakarta, sebagai bukti bahwa ikatan darah dan iman tetap hidup lintas generasi.
Prosesi ibadah semakin bermakna dengan penyalaan lilin Natal yang dilakukan para sesepuh dan perwakilan keluarga dari berbagai wilayah. Mereka antara lain Ibu Sartje Kalesaran, 87 tahun, Ibu Gerda Wehantouw, Ibu Jeane M. Kures, Ibu Irene Kumeang, Bapak Levi Ngala, Bapak Donald Wehantouw, serta Ibu Fidelia Supit. Penyalaan lilin ini menjadi simbol estafet iman, harapan, dan persatuan keluarga besar Wehantouw.
Usai ibadah, acara berlanjut ke sesi sambutan dan silaturahmi formal dalam suasana akrab. Didi Kalesaran menyampaikan sambutan mewakili rukun keluarga Wehantouw Woloan II, dilanjutkan Adelien Wehantouw selaku perwakilan tuan rumah. Sambutan juga disampaikan oleh Lurah Woloan II, Jeane M. Kures, SE. Rangkaian acara kemudian diisi dengan sesi perkenalan diri, di mana masing-masing perwakilan keluarga memaparkan garis silsilah dan asal-usul mereka.
Dalam sambutannya, Lurah Woloan II, Jeane M. Kures, SE, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perayaan ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi magnet yang mampu memanggil pulang para perantau untuk kembali menengok akar budaya dan persaudaraan mereka di Tanah Minahasa.
“Pemerintah Kelurahan Woloan II sangat mengapresiasi inisiatif rukun keluarga Wehantouw. Momentum seperti ini idealnya menjadi agenda rutin agar komunikasi dan ikatan emosional antarkeluarga tetap terjaga, meskipun tersebar hingga ke berbagai daerah bahkan mancanegara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya jumlah keturunan marga Wehantouw yang tersebar luas, seraya mengingatkan potensi pudarnya kesadaran silsilah di kalangan generasi muda. Melalui forum kebersamaan ini, simpul-simpul kekerabatan yang sempat merenggang diharapkan dapat terjalin kembali, sehingga tercipta jejaring saling menopang antarsesama keluarga yang telah berkiprah di berbagai bidang kehidupan.
“Kami siap mendukung setiap aktivitas positif Rukun Wehantouw. Sejarah mencatat rukun ini pernah sangat aktif di masa lalu sebelum mengalami kevakuman. Kiranya semangat yang lahir dari Natal ini menjadi motor penggerak kebangkitan kembali kejayaan keluarga Wehantouw,” ujarnya.
Sementara itu, Herry Kalesaran selaku juru bicara panitia mengungkapkan bahwa pertemuan ini memiliki dua agenda strategis ke depan. Pertama, penyusunan buku silsilah marga Wehantouw secara menyeluruh dan terverifikasi. Kedua, persiapan Reuni Akbar Keluarga Besar Wehantouw yang ditargetkan terlaksana pada Desember 2026 dengan melibatkan seluruh keturunan Wehantouw dari berbagai belahan dunia.
James Wehantouw, salah satu inisiator kegiatan yang datang dari Makassar, mengenang bahwa Reuni Akbar pernah sukses digelar puluhan tahun silam berkat dedikasi Jimmy Wehantouw, Jopie Kalesaran, dan Johanes Supit Wehantouw. Namun, setelah para tokoh tersebut wafat, tradisi besar itu belum kembali terwujud.
“Sejak Oktober 2025 kami mulai merintis pertemuan keluarga, dan Natal ini menjadi puncaknya. Kami berharap estafet kekeluargaan ini terus berlanjut secara berkala. Bahkan, kami telah membentuk grup diskusi digital melalui WhatsApp sebagai sarana komunikasi real-time bagi seluruh keluarga Wehantouw di mana pun berada,” ungkap James.
Rangkaian perayaan Natal 2025 ditutup dengan penyerahan bingkisan Natal kepada para lansia yang hadir, dilanjutkan sesi foto bersama keluarga besar Wehantouw. Beberapa keluarga juga mengabadikan momen kebersamaan dari teras belakang rumah dengan latar keindahan alam Gunung Lokon, menutup perayaan dengan kesan hangat, haru, dan penuh harapan akan kebersamaan yang terus terjaga.

(Baramakassar)

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini