Ketum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, Soroti Kondisi Pasar Aksara Baru Saat Ketua DPRD Medan Tinjau Keluhan Pedagang Soal Infrastruktur

0
52

Medan | GeberNews.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Adi Warman Lubis menyoroti kondisi Pasar Aksara Baru saat mendampingi Wong Chun Sen Tarigan dalam peninjauan langsung ke lokasi pasar pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Adi Warman Lubis yang juga menjabat sebagai Ketum Pagar UMRI Prabowo–Gibran untuk Rakyat Indonesia menyampaikan kritik sekaligus masukan terkait kondisi pasar yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan, khususnya menyangkut fasilitas, kebersihan, serta kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.

Menurut Adi Warman Lubis, pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi para pedagang yang terus mengalami penurunan pendapatan akibat minimnya fasilitas pendukung dan sepinya jumlah pengunjung di Pasar Aksara Baru.

“Jangan sampai pasar yang dibangun dengan anggaran besar justru membuat pedagang menjerit karena dagangan mereka tidak laku.

Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar datang melihat lalu pergi. Pasar tradisional adalah urat nadi ekonomi rakyat kecil,” tegas Adi Warman Lubis di sela peninjauan.

Dalam peninjauan tersebut, Wong Chun Sen bersama jajaran pengelola pasar meninjau kondisi bangunan mulai dari lantai dasar hingga lantai paling atas.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah persoalan ditemukan, mulai dari sistem drainase yang dinilai berpotensi menimbulkan bau tidak sedap hingga fasilitas air bersih yang belum tersedia secara merata di seluruh area pasar.

Adi Warman Lubis menilai persoalan infrastruktur tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat serta keberlangsungan usaha para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.

“Kalau pasar kotor, fasilitas minim, dan pembeli tidak datang, maka pedagang kecil yang paling merasakan dampaknya. Ini harus segera dibenahi sebelum ekonomi pedagang semakin terpuruk,” ujarnya.

Sementara itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur pasar menjadi hal penting agar Pasar Aksara Baru dapat kembali hidup dan menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

“Drainase ini harus dikaji ulang supaya tidak menimbulkan bau busuk. Jika fasilitas pasar baik, tentu masyarakat juga nyaman datang berbelanja,” kata Wong Chun Sen.

Selain persoalan drainase, para pedagang juga mengeluhkan belum tersedianya fasilitas keran air di lantai dasar, sementara fasilitas tersebut telah tersedia di lantai tiga.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu kendala yang masih perlu segera dibenahi demi menunjang aktivitas perdagangan di pasar.

Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan mengatakan pihaknya siap menerima kritik dan masukan demi kemajuan Pasar Aksara Baru serta memastikan komunikasi dengan para pedagang akan terus berjalan.

Di sisi lain, para pedagang berharap pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi bangunan pasar serta menghadirkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang selama ini lesu. Banyak pedagang mengaku barang dagangan mereka mulai dipenuhi debu karena terlalu lama tidak laku akibat minimnya pengunjung.

Hingga kini, pengelolaan Pasar Aksara Baru diketahui masih belum diserahterimakan secara resmi kepada PD Pasar Kota Medan. Kondisi administratif tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat maksimalnya pengelolaan dan operasional pasar.

Kehadiran Ketua DPRD Medan bersama sejumlah tokoh masyarakat diharapkan mampu mendorong perhatian serius dari pemerintah agar Pasar Aksara Baru benar-benar menjadi pusat ekonomi rakyat yang hidup, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang kecil di Kota Medan.

(Dodi R. Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini