Memanas! Warga Kelambir Lima Temes Bersatu, Lapangan Sepak Bola Dipagari, Warga Turun Tangan

0
48

Deli Serdang | GeberNews.com — Suasana memanas di Kelambir Lima Temes, Deli Serdang. Sejumlah warga turun ke lapangan sepak bola yang selama ini menjadi tempat aktivitas olahraga masyarakat. Warga mempersoalkan pemagaran dan penembokan yang diduga dilakukan oleh seorang warga bernama Arif.

Pemagaran menggunakan kawat serta penembokan batu tersebut disebut warga dilakukan tanpa adanya komunikasi yang memadai dengan masyarakat maupun Kepala Lingkungan (Kepling) Rusli.

Kondisi itu memicu keresahan dan kekecewaan warga.

Mereka mempertanyakan dasar penguasaan lahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola masyarakat.

Warga meminta persoalan tersebut jangan diselesaikan secara sepihak. Jika memang terdapat persoalan mengenai kepemilikan atau status tanah, masyarakat meminta seluruh pihak duduk bersama dan menunjukkan dasar hukum serta dokumen yang menjadi landasan penguasaan lahan tersebut.

Di tengah keresahan itu, warga Kelambir Lima Temes bersama masyarakat sekitar akhirnya bersatu untuk mempertahankan fungsi lapangan sebagai sarana olahraga.

Masyarakat masuk ke area lapangan dan mendirikan tiang gawang sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan fasilitas olahraga bagi warga, khususnya generasi muda.

Bagi masyarakat, lapangan sepak bola bukan sekadar tanah kosong. Lapangan tersebut merupakan tempat anak-anak muda berolahraga, berlatih, membangun prestasi, dan mengejar cita-cita menjadi atlet.

Warga juga menyayangkan apabila persoalan lahan justru berujung pada hilangnya ruang olahraga masyarakat.

Muncul pula keresahan terkait dugaan adanya kepentingan tertentu dalam penguasaan lahan tersebut. Namun, tudingan tersebut masih berupa dugaan dari masyarakat dan perlu dibuktikan melalui dokumen serta proses hukum yang berlaku.

Karena itu, warga mendesak pihak terkait, termasuk pemerintah setempat dan instansi berwenang, agar segera turun tangan dan memberikan kejelasan mengenai status lahan.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan pihak yang menguasai atau mengklaim lahan, Kepling, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

Warga tidak ingin lapangan olahraga berubah menjadi sumber konflik. Mereka menginginkan kepastian, transparansi, dan penyelesaian yang tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Semangat warga untuk mendirikan kembali tiang gawang juga menjadi pesan kuat bahwa olahraga masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kelambir Lima Temes.

Mereka berharap lapangan tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk sepak bola dan berbagai kegiatan olahraga lainnya, sehingga anak-anak dan generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi.

Kini warga menunggu kejelasan: siapa yang memiliki dasar hukum atas lahan tersebut, bagaimana status sebenarnya, dan mengapa persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak lebih dahulu diselesaikan melalui musyawarah?

Masyarakat meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini