Bangun Rumah di Lahan Warisan, Budi Harianto Tarigan Harapkan Uluran Tangan Donatur Demi Hunian Layak untuk Anak-Anaknya

0
91

Medan | GeberNews.com — Setelah menjalani hari-hari berat dengan tinggal di area Pemakaman Umum Kristen, Budi Harianto Tarigan kini berusaha bangkit dan menata kembali kehidupannya bersama keluarga. Sejak Kamis, 15 Januari 2026, Budi bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil mulai membangun tempat tinggal sangat sederhana di lahan warisan kakeknya yang terletak di Jalan Jamin Ginting, Gang Napindo, Lingkungan 3, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

Budi mengatakan, pembangunan rumah tersebut merupakan satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh agar keluarganya tidak lagi tinggal di tempat yang membahayakan kesehatan dan keselamatan anak-anaknya.

“Kami sebelumnya tinggal di area pemakaman. Kondisinya sangat tidak layak, apalagi untuk anak-anak yang masih kecil. Karena itu saya beranikan diri membangun rumah di tanah warisan kakek saya, walaupun dengan segala keterbatasan,” ujar Budi.

Dengan peralatan seadanya dan bahan bangunan yang sangat terbatas, Budi membangun rumah kecil itu secara bertahap. Ia mengakui bahwa bangunan tersebut jauh dari kata layak, namun baginya, tempat itu menjadi simbol perjuangan dan harapan baru bagi keluarganya.
“Rumah ini memang sangat sederhana. Tapi saya ingin anak-anak saya punya tempat tinggal yang lebih aman, tidak lagi tidur di tempat yang berisiko,” ucapnya dengan suara lirih.

Budi mengungkapkan, keputusan membangun rumah di lahan warisan itu diambil setelah melalui banyak pertimbangan, termasuk tawaran tinggal sementara di Rumah Perlindungan Sosial. Namun, ia memilih berusaha mandiri agar keluarganya dapat hidup lebih tenang dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan sementara.
“Saya ingin berdiri di atas kaki sendiri. Kalau bisa, rumah ini menjadi awal bagi kami untuk hidup lebih baik, walaupun pelan-pelan,” katanya.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi, Budi Harianto Tarigan secara terbuka menyampaikan harapannya kepada para dermawan, donatur, dan siapa pun yang memiliki kepedulian sosial untuk bersedia memberikan uluran tangan.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu penyelesaian pembangunan rumah tersebut agar benar-benar layak huni, meskipun sederhana.
“Saya tidak berharap rumah mewah. Cukup rumah kecil yang aman, tidak bocor, dan sehat untuk anak-anak saya.

Kalau ada dermawan yang mau membantu, kami sangat bersyukur,” ungkap Budi. Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan bisa berupa material bangunan, dukungan tenaga, maupun perhatian moral yang menguatkan semangat keluarganya untuk terus bertahan.

Kisah Budi Harianto Tarigan menjadi potret nyata perjuangan warga kecil di tengah kerasnya kehidupan perkotaan. Di balik rumah sederhana yang sedang dibangunnya, tersimpan harapan besar agar anak-anaknya dapat tumbuh di lingkungan yang lebih layak, aman, dan bermartabat.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini