

Medan | GeberNews.com — Gerak cepat aparat kepolisian kembali membuahkan hasil. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa kasus pembunuhan sadis terhadap seorang wanita berinisial RM berhasil diungkap hanya dalam waktu enam jam sejak kejadian.
Dua pelaku yang terlibat, masing-masing berinisial SAN sebagai eksekutor utama dan SHR yang berperan membantu menghilangkan jejak, kini telah diamankan pihak kepolisian. Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan pada Selasa (17/3/2026) di Mapolrestabes Medan.
Kasus ini tergolong kompleks. Polisi mengungkap adanya sedikitnya tiga lokasi berbeda yang saling berkaitan dalam rangkaian aksi kriminal tersebut, mulai dari tempat eksekusi hingga lokasi pembuangan jasad korban.
Peristiwa bermula di sebuah kamar hotel OYO, tepatnya kamar C4. Di lokasi itu, SAN diduga menghabisi nyawa korban dengan cara brutal.
Motif sementara mengarah pada luapan emosi setelah korban menolak permintaan seksual pelaku yang diduga menyimpang.
Usai melakukan pembunuhan, pelaku berupaya menghilangkan jejak. Sejumlah barang seperti pakaian dan sandal dibuang, sementara barang berharga milik korban justru diambil. Bahkan, pelaku sempat kembali ke lokasi keesokan harinya untuk memastikan kondisi korban mengindikasikan adanya upaya sistematis dalam menutupi kejahatan.
Peran SHR terungkap saat ia datang membawa box kontainer. Jasad korban kemudian dipindahkan dari kamar dan dibuang ke area perkebunan pisang di Gang Seroja, dekat Sungai Denai, Kecamatan Medan Denai.
Ironisnya, setelah membuang jasad korban, kedua pelaku sempat makan bersama di kawasan Jalan Puri seolah tidak terjadi apa-apa, sebelum akhirnya mencoba melarikan diri.
Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Tim Satreskrim Polrestabes Medan bergerak cepat dan presisi.
SAN ditangkap saat hendak kabur ke luar kota bersama seorang perempuan, sementara SHR diringkus di tempat kosnya tanpa perlawanan.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, di antaranya helm, jaket, pakaian, tas, sepatu, sandal, ikat pinggang, bantal, ponsel, serta perhiasan milik korban. Barang bukti yang sempat hilang pun berhasil ditemukan melalui pencarian intensif.
Kapolrestabes Medan menegaskan, keberhasilan ini merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas tindak kejahatan.
“Ini bentuk komitmen kami. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
(Dodi IMO Indonesia)








