GeberNews com | Medan – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Medan mulai menguji coba integrasi data BPJS Kesehatan dengan sistem kepolisian. Program tersebut digadang-gadang menjadi langkah baru dalam sinkronisasi data nasional berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, menegaskan penerapan sistem tersebut saat ini masih berada pada tahap pendataan dan uji coba terbatas di sejumlah daerah di Indonesia.
“Mesin yang disiapkan itu belum bisa digunakan di seluruh Indonesia. Masih diuji coba di empat wilayah ini,” ujar AKBP Sri Lestari Widodo, Rabu (6/5/2026).
Perwira polisi berpangkat melati dua itu menjelaskan, hingga kini uji coba integrasi data baru diterapkan di empat wilayah, yakni Polrestabes Medan, Polres Simalungun, Polres Maros dan Polrestabes Makassar.
Menurutnya, sistem tersebut nantinya akan menghubungkan data kepolisian dengan BPJS Kesehatan melalui NIK masyarakat. Dari sistem itu, petugas dapat langsung mengetahui status kepesertaan BPJS seseorang secara cepat dan otomatis.
“Misalnya data dimasukkan, nanti akan terlihat apakah BPJS-nya aktif atau tidak. Kalau tidak aktif pun tidak masalah, karena ini masih integrasi sistem data,” katanya.
AKBP Sri Lestari Widodo menegaskan penerapan nasional belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih membutuhkan penyesuaian perangkat dan sinkronisasi data di seluruh daerah.
“Kalau langsung diterapkan di kita, bagaimana dengan daerah lain. Jadi ini masih tahap pendataan dan integrasi data saja,” tegasnya.
Ia juga menyebut tingkat kepesertaan masyarakat Kota Medan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini sudah cukup tinggi. Hal itu dinilai menjadi modal penting dalam mendukung penerapan sistem integrasi nasional ke depan.
Jika seluruh perangkat dan sistem pendukung telah siap digunakan secara nasional, maka integrasi data BPJS dengan sistem kepolisian akan diterapkan secara menyeluruh di Indonesia.
(Wisnu Sembiring)







