Penunjukan ADK Dinilai Sarat Rekayasa Politik, Aktivis Milenial Medan Soroti Pencopotan Ketua DPD Golkar Sumut

0
124

Medan | GeberNews.com – Penunjukan ADK Dinilai Sarat Rekayasa Politik, Aktivis Milenial Medan Soroti Pencopotan Ketua DPD Golkar Sumut menjadi sorotan tajam Aktivis Milenial Kota Medan, Reza Abdillah, yang menilai pencopotan Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golongan Karya Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, penuh keganjilan dan bermuatan kepentingan politik tertentu. Ijeck diketahui dicopot dan digantikan oleh Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Senin, 29 Desember 2025.
Reza menilai pencopotan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023 sekaligus Anggota DPR RI periode 2024–2029 Fraksi Golkar tersebut mencerminkan ketidakberanian pihak tertentu dalam menghadapi persaingan politik secara terbuka.
“Pencopotan Bang Ijeck menggambarkan wajah asli pengecut yang tidak berani bertarung. Dilengserkannya Bang Ijeck justru memantik perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Reza.
Menurutnya, polemik ini tidak hanya disorot oleh internal kader dan pengurus Partai Golkar, namun juga menarik perhatian publik dan kalangan aktivis di luar partai.
Ia menduga pencopotan tersebut merupakan bagian dari skenario politik yang telah disiapkan sejak lama, dengan tujuan menyingkirkan figur yang dianggap berpotensi menjadi pesaing kuat di masa depan.
“Ini bentuk ketakutan terhadap Bang Ijeck yang punya modal elektoral dan pengaruh besar. Pemilihan memang masih lama, tapi langkah ini menunjukkan upaya menghentikan Bang Ijeck sebelum ia memiliki kekuatan dan strategi penuh,” ungkapnya.
Reza menilai, jika ditelaah dari kacamata politik, pencopotan Musa Rajekshah sangat berkaitan dengan kepentingan pihak tertentu yang ingin melenggang mulus tanpa gangguan dalam kontestasi mendatang.
“Publik harus tahu, pencopotan ini adalah potret ketidakberanian. Siapa pun sutradaranya, jelas tidak siap bertarung secara fair,” tegasnya.
Ia juga menyinggung fakta bahwa selama kepemimpinan Musa Rajekshah, Partai Golkar Sumatera Utara dinilai dekat dengan masyarakat dan banyak dirasakan manfaatnya secara langsung. Namun, justru digantikan oleh figur yang lebih banyak beraktivitas di Jakarta.
“Pengganti Bang Ijeck yang sering disebut ADK ini lebih banyak membangun narasi dan opini di ruang publik, bahkan cenderung menciptakan cerita miring soal Bang Ijeck,” kata eks Ketua Pelajar Al Washliyah tersebut.
Di akhir pernyataannya, Reza mengaku khawatir terhadap masa depan Partai Golkar di Sumatera Utara, apakah tetap mampu mempertahankan dominasinya atau justru tergerus akibat konflik internal.
“Biarlah itu menjadi urusan internal mereka. Yang jelas, publik mencatat bahwa di bawah kepemimpinan Bang Ijeck, Partai Golkar berhasil menjadi juara di Sumatera Utara,” pungkasnya.

(Tim/ Red)

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini