Kinerja APBN di Sumut hingga 30 November 2025 Capai Hasil Positif, Belanja dan Penerimaan Terjaga

0
108

Medan | GeberNews.com – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara memaparkan perkembangan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 November 2025

Kepala Perwakilan Kemenkeu Sumut, Nofiansyah, didampingi para Kepala Kantor Wilayah di Sumatera Utara, menegaskan komitmen pengelolaan APBN yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Hingga akhir November 2025, realisasi belanja pemerintah pusat di Sumatera Utara mencapai Rp16,05 triliun. Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp9,69 triliun atau 93,22 persen dari pagu, yang digunakan untuk gaji dan tunjangan kinerja, pembayaran THR, serta gaji ke-13 aparatur negara tahun 2025.

Sementara itu, Belanja Barang terealisasi Rp5,08 triliun atau 69,54 persen dari pagu. Anggaran ini mendukung berbagai program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur konektivitas, pelayanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional di Kementerian Kesehatan, pendidikan tinggi di bawah Kemdiktisaintek, penegakan dan pelayanan hukum oleh Kemenimipas, hingga program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas.


Dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa, realisasi di Sumatera Utara mencapai Rp39,20 triliun atau 90,55 persen dari pagu.

Dana Alokasi Umum masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp25,27 triliun atau 95,38 persen. Dana Alokasi Khusus Non-Fisik terealisasi Rp7,69 triliun atau 90,58 persen, yang menopang layanan pendidikan dan kesehatan seperti BOS dan BOK.


Dana Desa telah disalurkan sebesar Rp3,42 triliun atau 74,68 persen. Dana Bagi Hasil terealisasi Rp2,02 triliun atau 76,04 persen, Insentif Fiskal sebesar Rp213,67 miliar atau 92,05 persen, sementara Dana Alokasi Khusus Fisik baru terealisasi Rp599,86 miliar atau 70,41 persen dari pagu.


Penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan Ultra Mikro menunjukkan tren positif dalam mendukung UMKM. Hingga November 2025, KUR telah disalurkan sebesar Rp13,88 triliun kepada 233.579 debitur, mencakup sekitar 20,14 persen UMKM di Sumatera Utara.

Pembiayaan Ultra Mikro tercatat Rp785,40 miliar kepada 130.862 debitur.Dari sisi penerimaan negara, penerimaan pajak di Sumatera Utara mencapai Rp20,6 triliun, gabungan dari Kanwil DJP Sumut I dan Sumut II.

Penerimaan ini didominasi oleh PPh Non Migas sebesar Rp10,9 triliun serta PPN dan PPnBM sebesar Rp8,8 triliun.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp3,22 triliun atau 141,36 persen dari target APBN. Bea Masuk terealisasi Rp550,52 miliar, dipengaruhi penurunan bea masuk komoditas kebutuhan pokok seperti beras dan gula. Bea Keluar mencatat kinerja sangat tinggi dengan realisasi Rp2,16 triliun atau 607,95 persen dari target, dipicu kenaikan harga referensi CPO dan produk turunannya yang mencapai USD963,75 per metrik ton pada November 2025, meski volume ekspor turun 17 persen dibanding Oktober.
Hingga November 2025, penerimaan cukai mencapai Rp506,33 miliar atau 99,95 persen dari target.

Namun, penerimaan Cukai Hasil Tembakau menurun 29 persen akibat turunnya produksi dan permintaan, sementara cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol turun 6 persen, mencerminkan melemahnya konsumsi barang kena cukai.


Pendapatan Negara Bukan Pajak di Sumatera Utara juga mencatat kinerja positif dengan realisasi Rp3,00 triliun atau 129,99 persen dari target APBN. Peningkatan ini didorong oleh PNBP Lainnya sebesar Rp1,49 triliun atau 193,91 persen dari target, serta pendapatan Badan Layanan Umum sebesar Rp1,52 triliun atau 98,28 persen dari target.


Kinerja PNBP dari sektor aset, piutang, dan lelang mencapai Rp104,5 miliar atau 112,70 persen dari target. PNBP aset terealisasi Rp52,2 miliar, PNBP piutang Rp157 juta, dan PNBP lelang Rp52 miliar.

Capaian ini didorong meningkatnya aktivitas lelang, termasuk lelang hak tanggungan, barang rampasan, dan harta pailit, yang mencerminkan optimalisasi pengelolaan aset dan piutang negara oleh Kanwil DJKN Sumatera Utara.
Secara keseluruhan, kinerja APBN di Sumatera Utara hingga November 2025 menunjukkan pengelolaan fiskal yang terjaga, dengan belanja yang terus mengalir ke masyarakat dan penerimaan negara yang tetap kuat di tengah tantangan ekonomi.

(Binsar Situmorang)

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini