Halal Bihalal GKR-BRI Dorong Akses KUR, Soroti Pemahaman dan Akses Permodalan

0
63

GeberNews.com | Medan — Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia (GKR-BRI) menggelar Halal Bihalal yang dirangkai dengan diskusi akses permodalan usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI, sekaligus menyoroti masih adanya kendala pemahaman dan akses di kalangan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aroen Cafe, Medan, Jumat (17/4/2026) ini mengangkat tema “Kiat Mendapatkan Modal Usaha Dengan Skema KUR Bank BRI” dan dihadiri pengurus serta anggota GKR-BRI.

Diskusi dipandu Sekretaris Eksekutif GKR-BRI, Drs. Harun Al Rasyid, dengan menghadirkan Kepala Unit PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Iskandar Muda, Syamsul Bahri, SH, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Syamsul menjelaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) kerap disalahpahami sebagai bantuan langsung dari pemerintah. Padahal, menurutnya, dana KUR bersumber dari penghimpunan dana masyarakat oleh BRI yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan usaha.

“KUR bukan bantuan hibah, melainkan kredit dari bank yang didukung pemerintah melalui subsidi bunga, sehingga lebih ringan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara perbankan dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Syamsul hadir bersama tim, termasuk jajaran manajer dan marketing, yang turut menjawab berbagai pertanyaan peserta terkait prosedur, persyaratan, serta mekanisme pengajuan KUR. Peserta diskusi tampak antusias dan berharap adanya komunikasi lanjutan guna memperoleh akses informasi yang lebih luas.

Ketua GKR-BRI, H. Syarifuddin Siba, SH, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah edukasi bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, memahami cara mengakses KUR agar dapat meningkatkan usaha dan perekonomian mereka,” ujarnya.

Namun demikian, dalam forum tersebut juga mengemuka sejumlah catatan kritis terkait akses permodalan. Wakil Ketua GKR-BRI, H. Harmen Ginting, S.Sos., menyoroti masih adanya kesenjangan dalam memperoleh KUR, terutama bagi pedagang kecil di Kota Medan.

“Masih ada masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan KUR. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar akses pembiayaan benar-benar merata,” katanya.

Menurutnya, dialog langsung dengan pihak perbankan menjadi langkah penting untuk membuka transparansi terkait mekanisme dan persyaratan pengajuan KUR, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Bendahara GKR-BRI, Ustaz Naziruddin Idris, LC, dan dihadiri sejumlah pengurus, di antaranya Sekretaris GKR-BRI H. Ahmad Arif, SE., Wakil Ketua H. Daudsyah Munthe, MM., Wakil Ketua Datuq Adil Freddy Haberhams, SE., serta Wakil Bendahara Hj. Dra. Elfi Rahmita Ginting.

Melalui kegiatan ini, GKR-BRI berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong akses permodalan yang lebih inklusif, transparan, dan tepat sasaran bagi pelaku usaha kecil di daerah.

(Red/Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini