Pelatihan Mitigasi Risiko Operator K3 FKM UINSU Medan Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Dosen, dan Tendik

0
11

GeberNews.com | Medan — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara bekerja sama dengan Kompeten Akademi Muda Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mitigasi Risiko Skema Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 11–12 Mei 2026 di Alam Hotel by Cordela.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FKM UINSU Medan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang mitigasi risiko serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pelatihan berlangsung dengan antusias dan penuh semangat kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan lembaga pelatihan kerja profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKM UINSU Medan, Dr. Nursapia Harahap, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi mitigasi risiko dan K3 di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya bagi calon tenaga profesional kesehatan masyarakat.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut para Wakil Dekan FKM UINSU Medan, yakni Dr. Asnil Aidah Ritonga dan Dr. Irwansyah, serta Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai mitigasi risiko kebencanaan yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Sumatera Utara, yaitu Intan Permata Sari. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, strategi mitigasi risiko, serta peran masyarakat dan institusi pendidikan dalam membangun budaya sadar bencana.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan praktisi dan akademisi Muchti Yuda Pratama yang membawakan materi tentang Mitigasi Risiko Skema Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Materi yang disampaikan meliputi penerapan standar K3, identifikasi bahaya di lingkungan kerja, pengendalian risiko, hingga pentingnya kompetensi operator K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta kondisi darurat di masa depan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi risiko dan K3 secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan budaya keselamatan dalam aktivitas akademik maupun dunia kerja profesional. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan instansi pemerintah dalam menciptakan generasi yang kompeten, tangguh, dan responsif terhadap risiko kebencanaan serta keselamatan kerja.

(Abd. Halim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini