JAMBI | GeberNews.com – Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi memasuki babak baru. Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah ISMI Provinsi Jambi periode 2026-2030 dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat, 19 Juni 2026 malam.

Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Besar ISMI, Nizhamul, S.E., M.M., bergelar Datuk Seri Kesuma Setia Negeri, itu menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi para sarjana Melayu di Provinsi Jambi. Mengusung tema “Berilmu, Beradat, Membangun Peradaban”, ISMI Jambi menegaskan tekad untuk hadir bukan sekadar sebagai organisasi kaum intelektual, melainkan sebagai rumah besar sarjana Melayu yang menghubungkan ilmu pengetahuan, adat, agama, dan pembangunan daerah.

Sejak awal acara, nuansa Melayu begitu terasa. Tamu undangan yang terdiri dari tokoh adat, akademisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta pengurus ISMI dari berbagai daerah mulai memadati lokasi acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan tari persembahan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, lagu Indonesia Raya, Shalawat Busyro, lagu khas ISMI, hingga Hymne Tanah Melayu.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar pengurus, penandatanganan berita acara, penyerahan pataka ISMI, hingga penyematan pin organisasi kepada pengurus yang baru dilantik.

Bersama jajaran pengurus, Ernawati mengucapkan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi, menjaga marwah Melayu, serta berkontribusi bagi masyarakat. Penyerahan pataka ISMI menjadi simbol amanah yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.
Dalam kepengurusan periode 2026-2030, Ernawati didampingi Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP., yang dipercaya sebagai Sekretaris PW ISMI Jambi. Kehadirannya di jajaran inti diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan, serta menggerakkan agenda-agenda intelektual ISMI.
Kepengurusan ISMI Jambi juga diperkuat sejumlah tokoh penting. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina ISMI Provinsi Jambi. Sementara mantan Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. atau HBA, ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasehat.
Kolaborasi antara unsur pemerintahan, adat, dan kalangan intelektual tersebut dinilai menjadi modal besar bagi ISMI Jambi dalam memperkuat peran organisasi ke depan.
Usai dilantik, Ernawati menegaskan bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab besar. Menurutnya, ISMI Jambi tidak boleh berhenti sebagai organisasi seremonial. Pelantikan hanyalah pintu masuk menuju kerja-kerja nyata.
“ISMI Jambi harus menjadi rumah besar sarjana Melayu. Rumah yang terbuka, bergerak, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ernawati.
Ia mengatakan, ISMI Jambi akan merangkul sarjana Melayu lintas disiplin, mulai dari akademisi, tokoh adat, birokrat, pendidik, profesional, pengusaha, perempuan, hingga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Menurutnya, nilai Melayu tidak boleh hanya menjadi simbol budaya, tetapi harus hadir dalam pendidikan, literasi, ekonomi, kebijakan publik, kepemimpinan, serta kehidupan sosial masyarakat.
“Ilmu dan adat harus berjalan bersama. Kalau Melayu hanya dikenang sebagai masa lalu, kita akan kehilangan kesempatan membawanya ke masa depan. ISMI ingin menghidupkan nilai Melayu dalam kerja nyata,” tegasnya.
Sebagai Ketua Dewan Pembina ISMI Jambi, Gubernur Jambi Al Haris berharap organisasi tersebut mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia dan menjaga nilai-nilai adat Melayu.
Menurut Al Haris, pembangunan tidak hanya ditopang oleh infrastruktur dan anggaran, tetapi juga membutuhkan gagasan, ilmu pengetahuan, adab, dan partisipasi para sarjana.
“ISMI harus menjadi ruang ilmu dan pengabdian. Sarjana Melayu harus ikut memberi kontribusi, memberi pemikiran, dan membantu daerah membangun masyarakat yang beradab dan maju,” katanya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan mandat pembentukan 11 pengurus daerah ISMI di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan organisasi hingga ke daerah, sehingga ISMI tidak hanya tumbuh di tingkat provinsi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat hingga ke kabupaten dan kota.
Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan ISMI Jambi. Menurutnya, Jambi memiliki akar Melayu yang kuat dan sejarah panjang dalam peradaban Melayu Nusantara.
“Jambi punya modal besar. Ada adat, ada sejarah, ada tokoh, ada sarjana, dan ada generasi muda. ISMI harus menjadi wadah untuk menyatukan semua potensi itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gelar akademik tidak cukup hanya menjadi kebanggaan. Ilmu pengetahuan harus diwujudkan dalam bentuk karya, manfaat, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mantan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, yang turut hadir dalam pelantikan tersebut, mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi serta segera menjalankan program-program nyata pasca pelantikan.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh megahnya acara pelantikan, melainkan dari kerja nyata yang dilakukan setelah kepengurusan dikukuhkan.
Selain pelantikan pengurus wilayah, malam itu juga menjadi momentum konsolidasi ISMI hingga tingkat daerah. Penyerahan mandat pembentukan 11 pengurus daerah menjadi langkah awal memperluas peran organisasi dalam menyentuh berbagai isu strategis seperti pendidikan, adat, literasi, pemberdayaan perempuan, pengembangan pemuda, ekonomi lokal, hingga pembangunan masyarakat.
Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Para tamu undangan saling bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada Ernawati beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Sesi foto bersama menjadi salah satu momen yang paling ramai, diikuti pengurus, tokoh adat, tamu kehormatan, serta jajaran Pengurus Besar ISMI.
Nuansa Melayu semakin terasa melalui busana adat, sapaan khas Melayu, penyerahan ISMI Award kepada sejumlah tokoh berprestasi, serta penampilan Tari Serampang Dua Belas yang memeriahkan acara.
Pelantikan ini menjadi awal perjalanan baru bagi ISMI Jambi. Tantangan ke depan tidak ringan. Organisasi ini dituntut mampu membuktikan eksistensinya tidak hanya di panggung pelantikan, tetapi melalui program nyata, diskusi, kajian, penguatan literasi adat, pelatihan generasi muda, pemberdayaan perempuan, kerja sosial, hingga kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Pataka telah diserahkan. Ikrar telah diucapkan. Kini publik menunggu langkah dan karya nyata.
Di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati, ISMI Jambi periode 2026-2030 diharapkan benar-benar menjadi rumah besar sarjana Melayu yang terbuka, mempersatukan adat dan ilmu, serta bergerak bersama masyarakat dalam membangun peradaban Jambi yang berakar kuat pada budaya Melayu.
(Ril/Red)







