Mahasiswa Nomensen Geruduk DPR, Tagih Sikap atas Sejumlah Tuntutan

0
45

MEDAN / GeberNews.com – Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen menggelar aksi damai dan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada anggota DPR pada Senin (22/6/2026). Dengan membawa spanduk dan menyuarakan aspirasi melalui orasi, massa mahasiswa mendesak para wakil rakyat agar tidak lagi sekadar mendengar, tetapi segera menunjukkan sikap dan langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang mereka angkat.

Aksi yang berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan itu diwarnai seruan agar DPR tidak menutup mata terhadap suara masyarakat yang disampaikan oleh kalangan akademisi. Mahasiswa menegaskan bahwa mereka hadir bukan untuk menciptakan kekacauan, melainkan untuk memastikan bahwa aspirasi rakyat tidak berhenti sebagai catatan tanpa tindak lanjut.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa DPR sebagai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjawab keresahan masyarakat. Mereka menilai sudah terlalu banyak persoalan yang disuarakan publik namun tidak mendapat perhatian serius dari para wakil rakyat.

“Kami datang dengan cara damai, tetapi bukan berarti suara kami bisa diabaikan. DPR harus membuktikan bahwa mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan sekadar menjadi pendengar yang diam,” tegas salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Sejumlah poin tuntutan diserahkan kepada anggota DPR dengan harapan dapat segera ditindaklanjuti. Mahasiswa juga meminta adanya komitmen yang jelas serta keterbukaan dari para wakil rakyat dalam merespons berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut mahasiswa, kampus sebagai pusat intelektual memiliki tanggung jawab untuk turut mengawal kebijakan publik. Karena itu, aksi yang dilakukan bukan hanya bentuk kritik, melainkan bagian dari upaya menjaga demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.

Massa aksi menegaskan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti hanya pada satu momentum. Jika aspirasi yang disampaikan kembali diabaikan, mahasiswa menyatakan siap terus mengawal dan memperjuangkan tuntutan tersebut melalui berbagai langkah konstitusional.

Aksi berlangsung tertib hingga selesai. Namun, pesan yang dibawa para mahasiswa menggema jelas: wakil rakyat tidak boleh menutup telinga terhadap suara yang datang dari jalanan, sebab di balik setiap tuntutan terdapat harapan masyarakat yang menanti jawaban nyata, bukan sekadar janji dan seremonial belaka.

(Latifah Pohan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini