Aklamasi Mahyaruddin Salim Pimpin Golkar Tanjungbalai 2026–2031, Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Politik77 Dilihat

TANJUNGBALAI | GeberNews.com — Mahyaruddin Salim resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjungbalai periode 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Tanjungbalai, Senin (26/10/2026), melalui sidang pleno keempat yang mengagendakan pemilihan ketua di Aula Kantor Golkar, Jalan Gaharu, Tanjungbalai.

Mahyaruddin menjadi satu-satunya calon setelah proses penjaringan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.

Terpilihnya Mahyaruddin sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempertahankan capaian politik Golkar Tanjungbalai menjelang Pemilu 2029.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Mahyaruddin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta Musda. Ia menegaskan, seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, harus bergerak bersama menjalankan program partai dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan Golkar Tanjungbalai meraih delapan kursi DPRD pada Pemilu 2024 menjadi modal politik yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Namun, tantangan politik ke depan dinilai semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja keras, soliditas, dan kekompakan seluruh kader.

“Perolehan suara Golkar Tanjungbalai terbesar pada Pemilu 2024 dengan raihan delapan kursi DPRD.

Tantangan politik ke depan lebih kompleks, maka harus dijawab dengan kerja keras, soliditas, dan kekompakan pengurus agar pada 2029 kembali menjadi pemenang,” ujar Mahyaruddin.

Andar Amin Harahap Tegaskan Pengurus Wajib Aktif Mengurus Partai

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, Andar Amin Harahap, yang membuka Musda XI tersebut, menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum itu harus menjadi momentum konsolidasi strategis untuk mengevaluasi capaian politik sekaligus menyusun langkah konkret menghadapi pemilu mendatang.

Andar meminta seluruh pengurus menyusun dan menjalankan program kerja yang nyata, terukur, serta berorientasi pada peningkatan perolehan suara dan penambahan kursi di parlemen.

Menurutnya, kekuatan partai harus dibangun melalui kerja organisasi yang aktif hingga tingkat kelurahan.

“Pengurus harus mengurusi partai, bukan diurus. Jika tidak mau mengurus, jangan menjadi pengurus. Pengurus dan anggota DPRD Golkar wajib mendukung program pemerintah,” kata Andar.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsolidasi secara masif dan berkelanjutan agar seluruh struktur partai tetap solid dalam menjalankan tugas organisasi.

Pemko Tanjungbalai Harapkan Kader Golkar Perkuat Sinergi Pembangunan

Dalam pembukaan Musda, Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Hj. Nurmalini Marpaung, yang mewakili Wali Kota Tanjungbalai, mengajak seluruh kader Golkar memperkuat persatuan, menjaga kedewasaan dalam berpolitik, serta mendukung pembangunan daerah.

Nurmalini menyampaikan bahwa sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung terwujudnya visi Kota Tanjungbalai yang elok, maju, agamais, dan sejahtera (EMAS).

Ia juga berharap Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan Kota Tanjungbalai.

Musda XI Partai Golkar Kota Tanjungbalai dihadiri perwakilan DPD Partai Golkar Sumatera Utara, pengurus DPD Golkar Kota Tanjungbalai, Dewan Pertimbangan, enam pengurus kecamatan, organisasi pendiri dan yang didirikan oleh Golkar, serta organisasi sayap partai.

Dalam pengambilan keputusan, tercatat sebanyak 11 suara yang menjadi bagian dari proses penetapan kepemimpinan partai di tingkat kota tersebut.

Konsolidasi Jadi Pekerjaan Rumah Menuju Pemilu 2029
Dengan terpilihnya Mahyaruddin Salim untuk periode 2026–2031, perhatian internal Golkar Tanjungbalai kini tertuju pada pelaksanaan program kerja hasil Musda, penguatan struktur organisasi, dan konsolidasi politik hingga tingkat kelurahan.

Target mempertahankan posisi politik serta meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029 menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja nyata seluruh jajaran pengurus dan kader.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menerjemahkan keputusan Musda menjadi program yang terarah, memperkuat soliditas internal, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar di Kota Tanjungbalai.

(Kardo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *