Medan | GeberNews.com – Di tengah dinamika media yang terus berubah, masih ada sosok wartawan lokal yang menapaki kariernya dari bawah—dari menulis di bangku sekolah hingga kini memimpin dua media siber terpercaya di Sumatera Utara. Sosok ini bukan hanya mencintai dunia jurnalistik, tetapi telah membaktikan hidupnya untuk menjaga marwah pers yang jujur, tajam, dan bertanggung jawab.


Karier jurnalistiknya dimulai tahun 1989 saat masih duduk di kelas 3 SMA. Di usia belia itu, ia sudah aktif sebagai kontributor lepas di sejumlah media besar Sumatera Utara, seperti Harian Waspada, Harian Analisa, dan bahkan Tabloid Nova. Honor yang diperoleh dari tulisan-tulisan yang dimuat menjadi bukti awal kemampuannya yang telah diakui sejak dini.

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP), lembaga yang didirikan Hj. Ani Idrus, pendiri Waspada Group. Dengan mantap, ia memilih jurusan Jurnalistik, memperkuat landasan akademik bagi panggilan jiwanya di dunia pers.

Semasa kuliah, ia terus menulis untuk media seperti Majalah Dunia Wanita, Mingguan Waspada Teruna, Mingguan Demi Massa, dan Mingguan Taruna Baru. Ia menjalani PKL dan menyusun skripsi di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB). Meski tak bergaji tetap, honor dari setiap berita yang terbit menjadi penyemangat tersendiri dalam menjaga produktivitas.

Kiprahnya di kampus juga cemerlang. Ia dikenal sebagai organisatoris yang sempat menjadi ketua panitia seminar “Perbedaan antara Pers Umum dan Pers Kampus”, serta mewakili kampusnya ke Seminar Nasional Mahasiswa di Universitas Sriwijaya, Palembang. Ia juga menggagas ajang-ajang kreatif seperti Putri Kampus 1995 dan Gadis Indonesia 1996. Sayangnya, Putri Pantai 1997 batal digelar akibat tak mendapat izin dari Polda Sumut dan Dinas Pariwisata, meski sudah memiliki lebih dari 100 pendaftar dari kalangan siswi dan mahasiswi.

Dalam karier profesionalnya, ia pernah menjabat sebagai wartawan tetap di Harian Perjuangan, Harian Sinar Medan, dan Harian Sore Garuda. Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Pemimpin Redaksi di dua media mingguan ternama, Mingguan Medan Ekspos dan Metro Expres. Selain itu, ia pernah menjadi anggota muda PWI Sumatera Utara, menunjukkan pengakuan organisasi profesi atas kualitasnya.

Salah satu pengalaman paling membanggakan adalah saat ditugaskan meliput Babak 10 Besar Perserikatan Nasional di Stadion Gelora Utama Senayan, Jakarta, bersama rombongan wartawan lokal yang dibiayai oleh almarhum Wali Kota Medan, Bactiar Djafar. Ia merupakan satu-satunya wartawan junior dalam rombongan tersebut, dan tinggal di Mess Pemprovsu Jalan Jambu selama peliputan berlangsung.
Kini, setelah lebih dari 30 tahun mengabdi di dunia jurnalistik, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos menjabat sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus pemilik GeberNews.com dan SuaraPrananta.com — dua media lokal yang tetap mengusung semangat keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada kebenaran.

Ia bukan hanya pewarta. Ia adalah saksi hidup atas perkembangan dunia pers lokal. Ia adalah bukti bahwa integritas dan konsistensi dalam dunia jurnalistik tak pernah lekang oleh zaman.
(Indira)








