Dirlantas dan Wadirlantas Polda Sumbar Sampaikan Pesan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Persatuan dan Pengabdian kepada Warga

0
11

Padang | GeberNews.com – Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat (Dirlantas Polda Sumbar), Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas Polda Sumbar), AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan ucapan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Kamis (1/10/2026).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Melalui pesan yang disampaikan melalui media sosial resmi Ditlantas Polda Sumbar, Dirlantas dan Wadirlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol atau slogan, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Keduanya menilai semangat persatuan, gotong royong, keadilan, kemanusiaan, serta penghormatan terhadap keberagaman merupakan nilai penting yang harus terus dirawat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjunjung tinggi kepentingan bersama.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini bukan sekedar mengenang sejarah, melainkan momen untuk memperteguh kembali komitmen kita bahwa Pancasila adalah tiang kehidupan, pemersatu seluruh elemen bangsa, dan arah menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil, serta makmur,” ujar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila harus mampu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, implementasi nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, humanis, dan berkeadilan.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami berupaya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari semangat pengabdian. Artinya, masyarakat harus mendapatkan pelayanan secara adil, humanis dan profesional tanpa membedakan latar belakang,” tegasnya.

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menghadirkan rasa aman dan memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, lalu lintas merupakan salah satu ruang publik yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, sikap saling menghormati dan menaati aturan menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama.

“Jalan raya adalah ruang bersama. Di sana kita semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Karena itu, mari kita tumbuhkan budaya tertib, saling menghargai, dan mengutamakan keselamatan. Semangat seperti inilah yang juga menjadi bagian dari pengamalan nilai Pancasila,” katanya.

Ia mengajak seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai penyemangat dalam melaksanakan tugas.

“Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian. Berikan pelayanan dengan hati, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, polisi merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada seluruh warga.

“Jajaran Ditlantas Polda Sumbar bertekad menjadikan semangat Pancasila sebagai pedoman dalam setiap tugas pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel akan mengamalkan sikap jujur, adil, dan berkeadaban dalam mewujudkan ketertiban lalu lintas yang aman dan manusiawi,” kata AKBP Yudho.

Ia menjelaskan, pelayanan lalu lintas tidak semata-mata berkaitan dengan pengaturan kendaraan dan penegakan peraturan. Lebih dari itu, pelayanan lalu lintas juga menyangkut keselamatan manusia.

Karena itu, setiap personel di lapangan diharapkan mampu mengedepankan pendekatan yang humanis tanpa mengesampingkan ketegasan dalam penegakan aturan.

“Ketertiban lalu lintas bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kesadaran dan kepedulian. Ketika masyarakat tertib, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan, maka kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” tuturnya.

AKBP Yudho menambahkan, semangat persatuan harus menjadi bagian dari keseharian personel Polri. Perbedaan latar belakang, suku, agama, budaya, maupun kondisi sosial masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan pelayanan yang berbeda.

“Kami hadir dengan semangat ‘Polantas Presisi Hadir Menuju Indonesia Maju’. Setiap pengabdian kami dilandasi semangat persatuan Pancasila — melayani tanpa membeda-bedakan, menjaga keamanan demi kesejahteraan bersama,” kata Wadirlantas.

Menurutnya, pengamalan Pancasila juga dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati pengguna jalan lain, memberikan kesempatan kepada pejalan kaki, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

“Nilai Pancasila tidak harus selalu diwujudkan dalam sesuatu yang besar. Dari hal sederhana seperti disiplin, saling menghormati, membantu sesama dan menaati aturan, kita sudah ikut menjaga kehidupan bermasyarakat yang tertib dan harmonis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wadirlantas mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah persatuan. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

“Semangat Pancasila juga berarti menjaga persatuan di ruang digital. Mari kita bijak bermedia sosial, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak saling menghujat, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah,” kata AKBP Yudho.

Hal senada disampaikan Dirlantas Polda Sumbar. Menurutnya, perkembangan zaman harus diimbangi dengan penguatan karakter kebangsaan agar masyarakat tetap memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga persatuannya. Kemajuan teknologi dan perubahan zaman harus kita hadapi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Ia menambahkan, semangat Pancasila juga harus tercermin dalam budaya kerja personel Polri. Profesionalisme, integritas, disiplin, dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas.

“Kami ingin seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar terus memberikan yang terbaik. Hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi permasalahan, tetapi juga melalui pelayanan yang cepat, tepat, ramah dan memberikan rasa aman,” katanya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, lanjutnya, sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Setiap momentum kebangsaan harus menjadi pengingat bagi kita untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, sementara yang masih kurang harus kita perbaiki bersama,” tutur Dirlantas.

Dalam konteks lalu lintas, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekedar kewajiban karena adanya aturan.

“Jangan tertib hanya karena takut ditilang. Tertiblah karena kita menghargai keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kesadaran seperti ini yang harus terus kita bangun bersama,” tegasnya.

Dirlantas dan Wadirlantas Polda Sumbar berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, menjunjung tinggi persatuan, serta mengedepankan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, jajaran Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat.

Pada akhirnya, menjaga Pancasila bukan hanya tugas satu institusi atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Persatuan, toleransi, gotong royong, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi nilai yang harus terus dirawat agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dirlantas dan Wadirlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, dan bersama-sama mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, damai, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

(Dodi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini