
Medan | GeberNews.com – HUT ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Adi Warman Lubis tegaskan Politik Hati Nurani Harus Jadi Penjaga Demokrasi menjadi kritik terbuka Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, terhadap praktik politik yang kian menjauh dari nilai moral dan keberpihakan kepada rakyat.

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Partai Hanura yang jatuh pada Kamis, 8 Januari 2026, Adi Warman menegaskan bahwa demokrasi akan kehilangan arah jika politik dibiarkan berjalan tanpa hati nurani, kejujuran, dan tanggung jawab moral.
Adi Warman Lubis menyampaikan bahwa perjalanan hampir dua dekade Partai Hanura bukanlah waktu yang singkat.

Usia tersebut, menurutnya, menjadi cermin konsistensi sekaligus ujian bagi partai politik untuk tetap berdiri pada nilai dasar perjuangan, bukan larut dalam pragmatisme kekuasaan yang menggerus kepercayaan publik.
Adi Warman yang juga merupakan salah seorang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumatera Utara menegaskan bahwa Hanura lahir dari kegelisahan terhadap praktik politik yang menjauh dari etika dan kepentingan rakyat. Karena itu, peringatan HUT ke-19 harus dimaknai sebagai momentum evaluasi internal dan penguatan ideologis agar Hanura tetap setia pada politik hati nurani.
“Sejak awal berdiri, Hanura mengusung politik hati nurani. Ini bukan jargon, melainkan prinsip dasar yang harus tercermin dalam setiap sikap politik, kebijakan publik, dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” tegas Adi Warman Lubis.
Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini semakin berat. Tekanan ekonomi, ketimpangan sosial, serta maraknya praktik politik transaksional telah menciptakan jarak antara rakyat dan partai politik.
Kondisi tersebut, kata Adi Warman, hanya bisa diatasi dengan mengembalikan politik pada nilai kejujuran, keberanian, dan integritas moral.
Dalam konteks itu, Adi Warman menilai Partai Hanura memiliki modal historis dan moral untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman. Namun, modal tersebut hanya akan bermakna jika dijaga dengan konsistensi sikap dan keberanian melawan praktik politik yang menyimpang dari nilai keadilan.
Ia juga menegaskan bahwa partai politik tidak boleh hanya menjadi alat perebutan kekuasaan, tetapi harus hadir sebagai kekuatan penyeimbang demokrasi. Partai, menurutnya, wajib memperjuangkan penegakan hukum yang berkeadilan, perlindungan terhadap hak-hak rakyat, serta kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Politik yang kehilangan hati nurani hanya akan melahirkan ketimpangan dan merusak kepercayaan publik. Jika partai gagal menjaga moral, maka demokrasi hanya akan menjadi prosedur tanpa makna,” ujarnya.
Sebagai Ketum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis juga mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara partai politik, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat sipil.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan demokrasi tetap berjalan di jalur konstitusional dan tidak dikuasai oleh kepentingan sempit.
Dalam rangka memperingati HUT ke-19 Partai Hanura, kader dan pengurus Hanura di Kabupaten Deli Serdang menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah salah satu anggota DPRD dari Partai Hanura, Junaedi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang.
Peringatan Isra Mi’raj dalam momentum HUT Hanura ini dimaknai sebagai refleksi spiritual dan moral bagi seluruh kader. Isra Mi’raj dipandang sebagai ajakan untuk melakukan hijrah, tidak hanya dalam dimensi keagamaan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sosial serta politik, yakni berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari praktik yang menyimpang menuju nilai kejujuran dan amanah.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj harus menjadi pedoman bagi insan politik agar senantiasa menjaga integritas, menjunjung etika, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, baik secara moral maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Menutup pernyataannya, Adi Warman Lubis berharap Partai Hanura ke depan semakin kokoh menjaga idealisme, solid secara organisasi, serta mampu melahirkan kader-kader politik yang berintegritas, berani bersuara jujur, dan setia pada hati nurani rakyat.
“Selamat ulang tahun ke-19 Partai Hanura. Tetaplah menjadi partai hati nurani yang berani berdiri di sisi kebenaran dan rakyat,” pungkasnya.
(Dodi Sembiring/Humas DPP TKN Kompas Nusantara)








