MEDAN | GeberNews.com — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Winda Lorenza, perempuan yang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala.

Hal itu disampaikan Komisioner Kompolnas Choirul Anam setelah pihaknya melakukan pendalaman terhadap sejumlah hal yang menjadi perhatian publik terkait kematian Winda.
Anam mengatakan, luka pada bagian mata korban bukan disebabkan benturan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kondisi tersebut berkaitan dengan perdarahan akibat luka tembak di kepala.
“Luka di matanya itu karena pendarahan akibat tembakan di kepala. Kalau karena benturan, otomatis pupil mata atau bola mata juga memar atau ada kemerahan. Sedangkan bola mata korban ini tetap putih bersih,” kata Anam kepada wartawan di Polrestabes Medan, Rabu (23/9) sore.
Kompolnas juga mendalami dugaan adanya luka tusuk serta memar di sejumlah bagian tubuh korban. Dari dokumentasi sebelum dan sesudah autopsi, Anam menyebut tidak ditemukan luka akibat benda tajam sebelum korban menjalani proses autopsi.
Adapun jahitan yang terlihat pada tubuh korban setelah autopsi, menurut Anam, merupakan bagian dari tindakan medis dalam proses autopsi.
“Kami melihat foto setelah korban diautopsi dan sebelum korban diautopsi. Foto sebelum diautopsi bersih tanpa adanya luka jahitan atau karena benda tajam lainnya. Sedangkan setelah diautopsi ada jahitan autopsi,” ujarnya.
Kompolnas juga telah memeriksa dokumentasi saat Winda masih berada di dalam kantong jenazah sebelum dilakukan autopsi.
Sementara terkait penyebab kematian, Anam mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan Winda meninggal akibat luka tembak di kepala. Ia menyebut hasil pemeriksaan terhadap senjata, peluru, sidik jari, serta residu mesiu menjadi bagian dari dasar kesimpulan tersebut.
“Kami periksa senjatanya, penggunaan peluru dengan senjatanya sama, identik peluru yang digunakan dengan sidik jari identik. Jelaga atau residu mesiu itu ditemukan di mana saja, dan semua penjelasan itu masuk logika,” kata Anam.
Berdasarkan pendalaman tersebut, Kompolnas menyatakan tidak menemukan indikasi adanya kekerasan terhadap tubuh Winda sebelum kematiannya.
Kalau ingin, saya bisa buatkan juga versi yang lebih “meledak” untuk portal berita, dengan headline seperti “Kompolnas Bongkar Fakta di Balik Luka pada Tubuh Winda Lorenza”.
(Red)





