KPPI Sergai Laksanakan Rapid Respon di Empat Kecamatan Pesisir, Lansia dan Ibu Nelayan Jadi Prioritas di Tengah Teror Banjir Rob dan Cuaca Ekstrem

0
114

Sergai | GeberNews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KPPI Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tak tinggal diam menghadapi teror banjir rob dan cuaca ekstrem yang terus menghantam kawasan pesisir. Sabtu, 28 Februari 2026, KPPI bergerak cepat melaksanakan program rapid respon di empat kecamatan pesisir: Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, Perbaungan, dan Pantai Cermin.

Langkah ini menjadi jawaban konkret atas kondisi darurat yang membuat masyarakat pesisir kian terdesak—rumah terendam, alat tangkap rusak, dan sumber penghasilan terhenti.

Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Ketua KPPI Sergai, Dra. Salmiah, NST, MM. Turut hadir Ketua DPD KNTI Zulham Hasibuan dan Kepala Dusun Desa Sentang, P. Zulpan. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa persoalan pesisir bukan lagi isu musiman, melainkan ancaman serius yang membutuhkan sinergi dan tindakan nyata lintas elemen.

Dalam rapid respon tersebut, KPPI memprioritaskan bantuan kepada lansia dan masyarakat berkebutuhan khusus yang terdampak banjir rob. Tidak hanya bantuan konsumtif, KPPI juga membagikan bibit jamur tiram kepada ibu-ibu pesisir sebagai strategi pemulihan ekonomi keluarga. Program ini dinilai sebagai langkah taktis, menjawab kebutuhan mendesak sekaligus membangun kemandirian ekonomi di tengah tekanan hidup nelayan yang kian berat.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya bertahan hari ini. Mereka harus bangkit dan punya sumber penghasilan alternatif,” tegas Dra. Salmiah di sela kegiatan.

Selain penyaluran bantuan, edukasi lingkungan juga menjadi bagian penting dari rapid respon. Dra. Salmiah bersama P. Zulpan mengingatkan warga agar menjaga kebersihan saluran air dan kawasan pesisir. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem dan buruknya tata kelola lingkungan.

Di lapangan, derita warga terasa nyata. Buk Qianita, warga Desa Kuala Lama, kehilangan alat dagang dan peralatan tangkap akibat terjangan banjir rob. Buk Yunita dari Kecamatan Teluk Mengkudu selamat dari badai, namun prahu milik suaminya terseret arus. Sementara Buk Lela di Kecamatan Tanjung Beringin harus merelakan alat dagang dan perabot rumah tangganya rusak diterjang air asin yang masuk tanpa ampun.

Bendahara KPPI, Rahmaya Novita, mengajak berbagai pihak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan ibu-ibu nelayan. Ia membuka ruang kolaborasi bagi lembaga, komunitas, maupun individu yang ingin menyalurkan bantuan atau menjalin program pemberdayaan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar aksi sesaat. Rapid respon harus menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di tengah ancaman banjir rob yang kian rutin dan cuaca ekstrem yang takGeberNews.com menentu, KPPI Sergai memilih bergerak, bukan menunggu. Bagi masyarakat pesisir, langkah cepat ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang harapan untuk tetap bertahan dan bangkit.

(Adel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini