Ahmad Doli Kurnia Tandjung Konsolidasikan Soliditas Golkar Sumut di Ramadhan 1447 H: Tak Ada Ruang Perpecahan

0
64

Medan | GeberNews.com – Di sela kunjungan kerja masa reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, langsung mengonsolidasikan barisan. Ia menggelar silaturahmi strategis bersama para tokoh yang sebelumnya berkompetisi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sumatera Utara.

Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen politik, melainkan penegasan tegas bahwa tidak ada ruang bagi perpecahan di tubuh Golkar Sumut.

Sabtu (28/2/2026) siang, Doli tiba di Kantor DPD Partai Golkar Sumatera Utara dan disambut Andar Amin Harahap serta Rolel Harahap. Tak berselang lama, Hendri Sitorus hadir didampingi Ketua DPRD Sumut Erni Aryani Sitorus serta Anggota DPR RI Trinovi Sitorus. Momentum ini menjadi simbol kuat bahwa kontestasi telah usai, dan kini saatnya seluruh energi diarahkan untuk penguatan organisasi.

“Saya sengaja mengundang adik-adik saya untuk silaturahmi dan bincang-bincang soal Golkar Sumut ke depan. Saat ini Bulan Ramadhan 1447 H penuh kebaikan, tepat kita perkuat ukhuwah dan persaudaraan. Di luar sana kita baikan dengan orang lain, apalagi sesama keluarga Golkar,” tegas Doli yang juga menjabat Wakil Ketua Baleg DPR RI kepada wartawan.

Ia menekankan, komunikasi antar tokoh Golkar Sumut sejatinya tetap berjalan baik meski dinamika kompetisi sempat menghangat.

Menurutnya, Musda merupakan bagian dari tradisi demokratis partai yang harus disikapi dengan kedewasaan politik.

“Sekeras apa pun kompetisi kemarin, itu bagian dari pendewasaan diri dan konsolidasi partai. Di Golkar, kita sudah terbiasa dengan dinamika. Setelah keputusan diambil, semua harus hormati dan jalankan. Tidak boleh ada manuver di luar garis organisasi,” ujarnya lugas.

Lebih jauh, Doli membuka babak baru konsolidasi total. Ia meminta Ketua Terpilih DPD Golkar Sumut, Andar Amin Harahap untuk merangkul seluruh potensi kader tanpa terkecuali.

Baik senior maupun junior, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pilihan, harus diberi ruang dan peran strategis demi kepentingan bersama.

“Tidak boleh ada satu kader pun yang tertinggal. Semua harus dirangkul untuk masa depan organisasi. Golkar Sumut harus lebih kuat, lebih kompak, dan siap menghadapi agenda politik ke depan,” tandasnya.

Silaturahmi ini menjadi sinyal kuat bahwa Golkar Sumut memaknai Ramadhan 1447 H bukan hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai titik balik konsolidasi politik.

Soliditas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi menjaga marwah dan kekuatan partai di Sumatera Utara.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini