Pelangi Kebersamaan di Tahun Baru Imlek, Gotong Royong Lintas Suku dan Agama Perkuat Persatuan Bangsa

0
233

Medan | GeberNews.com – Pelangi Kebersamaan di Tahun Baru Imlek menjadi gambaran nyata harmoni sosial ketika seluruh elemen masyarakat dari berbagai suku, ras, dan agama bergotong royong menyambut pergantian tahun Imlek sebagai momentum memperkuat solidaritas dan toleransi antarumat beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Lubis menegaskan bahwa kerukunan dan toleransi merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga demi keberhasilan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, perbedaan suku, ras, agama, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang menyatukan dalam kebersamaan.

“Kami berbeda suku, ras, agama, dan warna kulit, namun menyatu dalam kebersamaan. Kami seperti pelangi, bermacam-macam warna tetapi menciptakan pemandangan yang indah untuk dipandang. Kami sangat menghargai perbedaan, namun kami cinta kebersamaan,” ujar Adi Lubis pada Hari Jumat, 23 Januari 2026 di Medan.

Lebih lanjut, Adi Lubis yang dipercaya sebagai Ketua Umum TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo–Gibran untuk Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan bahwa perbedaan harus dimaknai sebagai pemersatu, bukan pemisah.

“Kami Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu tujuan, yaitu kebersamaan untuk membangun dan berbuat bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. NKRI harus dijaga dan merupakan harga mati,” tegasnya.

Adi juga mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk perpecahan, melainkan sebagai kekuatan dalam menjalin persatuan dan kerukunan umat beragama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

“Jangan kita jadikan perbedaan sebagai pemisah di antara kita, tetapi jadikan sebagai pemersatu. Lakum diinukum waliyadiin, bagimu agamamu dan bagiku agamaku, namun dalam toleransi kita harus bersatu padu, saling menghormati, dan bergotong royong,” pungkasnya.

(Kardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini