Sambut HUT Dewi Kwan Im, KB KISS, KB KOPASGAT dan TKN Kompas Nusantara Tebar Kepedulian Lewat 2.000 Paket Beras

Medan113 Dilihat

MEDAN | GeberNews.com — Semangat kemanusiaan tak mengenal batas suku, agama, maupun golongan. Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Keluarga Besar Komunitas Indonesia Semua Suku (KB KISS) bersama KB KOPASGAT dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara melalui aksi sosial pembagian 2.000 paket beras kepada masyarakat di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu (28/10/2026).

Mengusung semangat berbagi kasih dan mempererat persaudaraan, kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan di Vihara Thien San Thien Shia, Jalan Bulu Perindu No. 67C, Medan, mulai pukul 14.30 WIB, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Dewi Kwan Im yang diperingati pada tanggal 19 bulan kesembilan penanggalan Imlek atau dikenal dengan sebutan 9 Gwek 19.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi pembagian bantuan pangan, melainkan juga menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, bergandengan tangan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kepedulian sosial seperti ini menjadi salah satu bentuk solidaritas yang diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga.

Akiong: Berbagi Kebahagiaan Adalah Wujud Nyata Kepedulian

Ketua Umum Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Akiong, menegaskan bahwa kegiatan pembagian 2.000 paket beras tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat karena kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

“Semoga kegiatan bakti sosial ini membawa berkah, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama. Kami berharap bantuan beras ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima,” ujar Akiong.

Akiong juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan ulang tahun Dewi Kwan Im sebagai kesempatan memperbanyak perbuatan baik, menebarkan kasih sayang, serta memperkuat kepedulian sosial tanpa memandang perbedaan.

“Bagi kami, kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga bagaimana kita dapat berbagi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Semangat inilah yang ingin terus kami tumbuhkan melalui kegiatan sosial seperti ini,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mampu menginspirasi semakin banyak pihak untuk peduli terhadap sesama.

Supianto: Persatuan dan Gotong Royong Harus Terus Diperkuat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Trisula KOPASGAT, Supianto, yang hadir mewakili Ketua Bagan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kemanusiaan tersebut.

Menurut Supianto, kolaborasi KB KISS, KB KOPASGAT, dan DPP TKN Kompas Nusantara membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kebersamaan dan kepedulian merupakan kekuatan penting untuk mempererat persatuan serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ungkap Supianto.

Ia menilai, kepedulian sosial harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada pemerintah ataupun kelompok tertentu.

Melalui kolaborasi yang solid, berbagai organisasi dan komunitas diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan kehidupan.

Supianto juga mengingatkan bahwa nilai gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Adi Warman Lubis: Jangan Jadikan Perbedaan Sebagai Penghalang Untuk Berbuat Baik

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyaluran bantuan pangan.

Menurutnya, pembagian 2.000 paket beras merupakan cerminan nyata semangat persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Bakti sosial ini bukan sekadar membagikan beras, melainkan juga menjadi wujud nyata kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dan berbuat baik. Justru melalui kebersamaan, kita dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Adi Warman Lubis.

Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan.

Karena itu, semangat toleransi dan persatuan harus terus diperkuat melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Adi Warman Lubis juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen bangsa untuk tidak pernah lelah menebarkan kebaikan.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah perbedaan.

“Semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima. Kami juga berharap semangat berbagi, toleransi, dan gotong royong terus tumbuh sehingga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Dari Medan, Pesan Kemanusiaan dan Toleransi Untuk Indonesia

Kegiatan bakti sosial yang digelar di Vihara Thien San Thien Shia tersebut juga membawa pesan moral bahwa nilai-nilai kemanusiaan bersifat universal.

Kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dibatasi oleh identitas, keyakinan, maupun latar belakang sosial.

Justru di tengah keberagaman itulah semangat persaudaraan harus terus dipupuk agar tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai.

Kolaborasi KB KISS, KB KOPASGAT, dan DPP TKN Kompas Nusantara menjadi contoh bagaimana kekuatan kebersamaan dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pembagian 2.000 paket beras tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup.

Momentum menyambut ulang tahun Dewi Kwan Im 9 Gwek 19 pun menjadi pengingat pentingnya menebarkan kasih sayang, memperbanyak kebajikan, dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.

Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan dibuktikan melalui tindakan nyata.

Dari Kota Medan, KB KISS bersama KB KOPASGAT dan DPP TKN Kompas Nusantara menyampaikan pesan kemanusiaan yang patut terus digaungkan:

“Berbeda Suku Bukan Berarti Terpisah, Berbeda Agama Bukan Berarti Berjarak. Dalam Kemanusiaan, Kita Semua Bersaudara.”

(Dodi R. Sembiring)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *