

Medan | GeberNews.com – Umat Islam Kota Medan kembali dibuat geram! Tempat paling suci umat Islam, Kakbah Al-Mukarramah, diduga dilecehkan secara simbolik oleh PT Jasa Andalas Perkasa melalui pemasangan ornamen kontroversial yang menuai polemik di tengah masyarakat.

Merespons hal itu, Persatuan Islam Sumatera Nasional (PISN) bersama TKN Kompas Nusantara mengambil langkah tegas. Kedua organisasi tersebut resmi melaporkan PT Jasa Andalas Perkasa ke Polrestabes Medan atas dugaan penistaan agama, pada Selasa (20/5/2025), dengan nomor laporan STTLP/B/1666/V/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.
Laporan tersebut menyoroti pemasangan dua patung harimau, satu patung manusia, serta ornamen menyerupai Kakbah yang dianggap sangat tidak pantas. Bagi umat Muslim, hal ini dinilai sebagai penghinaan serius terhadap simbol sakral dan akidah Islam.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan soal main-main, ini soal akidah!” tegas Adi Warman Lubis, Ketua Umum TKN Kompas Nusantara dalam orasinya di Masjid Raya Muslimin, Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Jumat siang (23/5/2025).
Ketua DPD PISN Kota Medan, H. Pimpin Putra Lubis, juga mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk bertindak profesional dan cepat.

“Jangan main-main dengan simbol keagamaan. Ini adalah bentuk penghinaan serius. Kami minta proses hukum berjalan adil dan transparan,” ujarnya.
Usai orasi, massa dari TKN dan PISN langsung bergerak ke Mapolrestabes Medan untuk mendesak proses hukum atas laporan yang telah mereka sampaikan.
Adi Warman Lubis kembali menekankan bahwa tindakan PT Jasa Andalas Perkasa sangat melukai perasaan umat Islam.
“Apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan jelas tidak menghargai keyakinan kami. Mereka bukan Muslim, namun memasang ornamen Kakbah di antara patung harimau dan manusia seperti sebuah dekorasi tanpa makna. Ini pelecehan!” katanya geram.
Ia mengingatkan bahwa umat Islam adalah pecinta damai, namun takkan tinggal diam jika agama mereka dilecehkan.
“Kami minta penegak hukum segera memproses kasus ini. Jangan sampai menimbulkan keresahan berkepanjangan. Bila tidak ditangani serius, saya tak bisa menjamin umat akan tetap diam. Kami siap berkorban demi membela kehormatan agama kami,” pungkasnya, disambut pekikan takbir puluhan massa yang hadir.
Aksi ini turut didampingi Ketua Umum PUS.N, Ucok Nasution, serta dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Muslim Kota Medan.
TKN dan PISN juga menyerukan kepada umat Islam agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, sembari menanti proses hukum yang adil dan terbuka.
(Dodi Rikardo)








