

Teks Foto:
“Puji syukur kepada Tuhan, kondisi Lentini Krisna Sembiring, S.E sudah lebih stabil pasca menjalani operasi akibat kecelakaan. Saat ini masih dalam masa pemulihan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Jasa Raharja yang telah menanggung seluruh biaya pengobatan. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak untuk kesembuhan beliau.” 🙏
Medan | GeberNews.com – Kecelakaan lalu lintas yang memilukan kembali terjadi di Kota Medan. Wartawan media online GeberNews.com dan SuaraPrananta.com, Lentini Krisna Prananta Sembiring, S.E., menjadi korban tabrak lari oleh angkutan kota (angkot) KPUM Trayek 69 pada Sabtu sore (14/6/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa terjadi di ruas jalan antara Jalan Iskandar Muda dan Jalan Gajah Mada. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban tengah mengendarai sepeda motor dari arah RS Bunda Thamrin menuju ke Jalan Kejaksaan, saat tiba-tiba sebuah angkot BK 1584 UE melaju dari arah berlawanan dan menabraknya secara frontal.
Benturan keras menyebabkan Lentini mengalami patah tulang lengan kiri dan luka lecet pada kaki kiri. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
Ayah korban, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., yang juga pemilik media tempat korban bekerja, menjelaskan bahwa biaya operasi sempat diperkirakan mencapai Rp45 juta, namun seluruh biaya akhirnya ditanggung oleh Jasa Raharja.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dan respon cepat dari Jasa Raharja,” ujar Dodi saat ditemui di rumah sakit.
Operasi dilaksanakan oleh dr. Yamato Satria Dharma, Sp.OT, seorang ortopedi senior, pada Senin (16/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Prosedur berjalan sukses, dan kondisi Lentini kini dalam pemantauan intensif untuk proses pemulihan.
“Pemasangan pen pada tulang berjalan lancar. Kondisi pasien stabil dan akan terus kami pantau,” ujar dr. Yamato.
Sementara itu, Unit Lantas Polsek Medan Baru telah menangani kasus tersebut. Polisi kini memburu sopir angkot yang melarikan diri setelah kejadian.
“Kami tengah melakukan penyelidikan mendalam. Jika terbukti lalai atau melanggar hukum, pelaku akan kami tindak tegas sesuai aturan,” ujar salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini kembali menyorot minimnya pengawasan terhadap sopir angkot di Medan, yang kerap bertindak sembrono di jalan. Publik mendesak agar pemerintah dan kepolisian bertindak lebih serius untuk mencegah kejadian serupa terulang.
🟥 Redaksi | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta








