Harapan Peternak Babi: Pemerintah Segera Salurkan Vaksin ASF Gratis

0
111

Medan | GeberNews.com – Peternak babi di Sumatera Utara kembali menyuarakan harapan agar pemerintah segera menyalurkan vaksin African Swine Fever atau flu babi secara gratis, guna mengendalikan penyebaran penyakit yang telah menurunkan populasi ternak dan memukul perekonomian para peternak. Harapan ini disampaikan langsung Ketua DPD Persatuan Peternak Babi Indonesia (PPBI) Sumut, Heri Ginting dalam kegiatan Dialog Kolaborasi PPBI Sumut dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin 10 November di Kota Medan.

Heri menjelaskan bahwa flu babi saat ini menjadi persoalan paling serius bagi peternak rumahan. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, jumlah populasi babi di Sumut akan terus menurun sehingga berdampak luas pada pendapatan para peternak. Ia menyebut kerugian ekonomi yang dialami peternak mencapai penurunan pendapatan hingga lebih dari setengah dari kondisi normal. Situasi ini, kata Heri, tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan peternak, tetapi juga berdampak pada ketahanan pangan daerah.

Melalui dialog tersebut, Heri berharap para peternak dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait pencegahan penularan flu babi. Ia menekankan pentingnya kebersihan lingkungan kandang, pembatasan keluar masuk orang ke lokasi peternakan, serta penanganan bangkai ternak dengan cara menguburkannya agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit. Heri juga menegaskan bahwa para peternak tetap mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Sumut serta mendukung program Astacita Presiden dan Wakil Presiden RI.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPBI, Sutrisno Pangaribuan, turut menyoroti kontribusi peternak babi terhadap pengelolaan sampah di kota besar seperti Medan. Ia menjelaskan bahwa para peternak secara aktif memanfaatkan sisa makanan dan limbah rumah tangga sebagai pakan ternak, sehingga turut membantu mengurangi bau sampah dan volume limbah organik di lingkungan perkotaan. Ia berharap masyarakat dan pemerintah dapat melihat peran peternak secara menyeluruh, bukan hanya dari jenis ternaknya saja.

Dialog yang diikuti ratusan peternak dan warga berlangsung hangat. Salah seorang peserta sempat menanyakan ciri-ciri hewan ternak yang terpapar flu babi. Heri menjelaskan bahwa gejalanya antara lain penurunan nafsu makan, demam, keluar lendir dari hidung, muncul bercak merah pada kulit, serta keluarnya darah dari mulut dan hidung. Ia juga menyebut perubahan bentuk kotoran dan warna urin dapat menjadi tanda penting yang perlu diwaspadai.

Kegiatan dialog ditutup dengan pembagian paket sembako kepada seluruh peserta yang hadir sebagai wujud kepedulian dan penguatan kebersamaan antar sesama peternak. Para peserta menyambut baik acara tersebut dan berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti aspirasi mengenai penyaluran vaksin flu babi secara merata dan gratis.

🟥 Tim | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini