Kudeta Senyap Golkar Sumut, Ijeck Disingkirkan: Jalan Kekuasaan Bobby Nasution 2029 Dibuka Paksa

0
161

Medan | GeberNews.com – Kudeta Senyap Golkar Sumut, Ijeck Disingkirkan: Jalan Kekuasaan Bobby Nasution 2029 Dibuka Paksa bukan sekadar dinamika organisasi biasa, melainkan ledakan konflik kekuasaan yang memperlihatkan wajah telanjang politik internal Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menjelang akhir 2025. Penunjukan Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sumut menggantikan Musa Rajekshah alias Ijeck telah menjadi pemantik krisis besar yang mengguncang fondasi partai, membuka tabir dugaan konspirasi tingkat tinggi demi mengamankan agenda politik jangka panjang menuju 2029.
Keputusan DPP Golkar melalui SK Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 langsung memicu perlawanan terbuka. Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, memilih mundur secara terhormat namun tegas. Ia menyebut pencopotan Ijeck sebagai tindakan kasar yang mencederai demokrasi internal partai dan mengabaikan capaian nyata kepemimpinan yang selama ini justru memperkuat posisi Golkar di Sumatera Utara. Mundurnya Ilhamsyah menjadi sinyal awal bahwa badai di tubuh Golkar Sumut bukan sekadar isu personal, melainkan krisis legitimasi.
Menurut Ilhamsyah, penggulingan Ijeck tidak pernah berdiri di atas evaluasi objektif atau mekanisme organisasi yang sehat. Ia menuding adanya framing sistematis dan rekayasa politik yang dirancang dari pusat, di mana partai dijalankan sebagai alat segelintir elite, bukan rumah besar kader. Pernyataan ini mempertebal kecurigaan publik bahwa Golkar Sumut sedang dikorbankan demi ambisi kekuasaan segelintir orang.
Isu semakin panas ketika dugaan keterlibatan lingkar kekuasaan nasional mencuat ke permukaan. Sejumlah pengamat politik, termasuk Azhari A.M. Sinik, menyebut adanya operasi senyap yang melibatkan elite DPP. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia diseret dalam pusaran tudingan sebagai aktor kunci yang membuka jalan penyingkiran Ijeck. Target akhirnya disebut terang benderang, mengamankan jalur politik Bobby Nasution menuju pertarungan Sumatera Utara 2029 tanpa hambatan internal.
Ijeck yang telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Gubernur Sumut 2029 dinilai sebagai ancaman serius. Posisi politiknya dianggap berseberangan dengan kepentingan Bobby Nasution, Gubernur Sumut petahana. Dalam skema besar ini, Golkar Sumut menjadi kunci strategis. Dengan menyingkirkan Ijeck dari kursi Ketua, arah dukungan partai berlambang beringin dapat dikendalikan sejak dini, bahkan sebelum arena kontestasi benar-benar dibuka.
Masuknya Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua Golkar Sumut justru memperdalam luka konflik. ADK disebut membawa beban konflik lama dan agenda politik tersendiri. Perseteruan historis antara faksi ADK dan Ijeck kini meledak ke titik paling kasar. Manuver lanjutan terlihat dengan mulai didorongnya nama Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus sebagai calon Ketua definitif dalam Musda mendatang, memperjelas arah konsolidasi kekuasaan baru yang ingin mengubur pengaruh Ijeck.
Sumber internal partai menyebut Ijeck kini berada dalam posisi terkepung. Tekanan datang berlapis, dari elite pusat hingga manuver sistematis di daerah. Situasi ini dinilai sebagai pengeroyokan politik yang tidak etis, mengingat di bawah kepemimpinan Ijeck, Golkar Sumut mencatat peningkatan signifikan perolehan kursi legislatif dan penguatan basis kader di akar rumput.
Di tingkat bawah, kegelisahan kader kian nyata. Pengurus DPC kabupaten dan kota terjebak dalam dilema tajam. Patuh pada instruksi DPP yang sarat aroma kepentingan kekuasaan 2029, atau tetap setia pada figur Ijeck yang dinilai memiliki legitimasi prestasi, loyalitas kader, dan keberanian politik. Retakan ini berpotensi memecah Golkar Sumut secara permanen.
Satu hal yang tak terbantahkan, suhu politik Golkar Sumut belum akan turun. Menjelang Musda awal tahun depan, pertarungan antar faksi diprediksi semakin brutal dan terbuka. Golkar Sumut kini bukan lagi sekadar arena perebutan jabatan, melainkan medan tempur kepentingan besar yang akan menentukan arah kekuasaan Sumut menuju 2029. Di titik ini, Golkar diuji, masihkah menjadi partai kader, atau telah sepenuhnya berubah menjadi alat kekuasaan.

Tim

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini