

GeberNews.com | Medan – Di balik sosoknya yang sederhana, Said menyimpan tekad yang tak biasa. Ia bukan pengusaha besar, bukan pula pejabat dengan penghasilan tinggi.

Said hanyalah seorang staf pengajar yang menjalani hidup apa adanya. Namun dari kesederhanaan itu, lahir sebuah keyakinan yang mengantarkannya menuju Tanah Suci.

Bagi Said, perjalanan haji bukan sekadar soal kemampuan finansial. Ia meyakini, ada kekuatan lain yang bekerja ketika niat dijaga dan langkah dijalani dengan konsisten.

“Allah ajari saya satu rumus: Niat + Istikamah = Jalan,” ujarnya.
Prinsip itu bukan sekadar kata-kata. Ia jalani dalam kehidupan sehari-hari, —menyisihkan sedikit rezeki, menjaga niat, dan tidak menyerah pada keadaan.
Baginya, bukan besar kecilnya penghasilan yang menentukan, melainkan kesungguhan hati dalam melangkah.
Said hidup dengan kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Karena itu, ia tak pernah menunda niat baik hanya karena merasa belum cukup mampu.
“Bukan gaji yang memberangkatkan kami. Tapi keyakinan bahwa kalau sudah niat, Allah akan buka jalan,” katanya dengan penuh kepercayaan.
Kesederhanaan itu juga tampak dari persiapan keberangkatannya. Tidak ada kemewahan dalam koper yang ia bawa. Hanya perlengkapan ibadah seperlunya, diantaranya ihram, mukena, Al-Qur’an kecil, serta obat-obatan.
Namun di balik itu, ada sesuatu yang jauh lebih besar: rasa syukur.
“Tidak penuh oleh-oleh. Tapi hati kami penuh,” ucapnya.
Menjelang keberangkatan, Said tak lupa berbagi pesan kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih ragu untuk mendaftar haji karena keterbatasan biaya. Ia percaya, langkah besar selalu dimulai dari niat kecil.
“Mulai saja dulu. Allah tidak tidur. Dia lihat setiap usaha kita,” pesannya.
Kini, bersama sang istri, Said bersiap menapaki perjalanan spiritual yang telah lama ia impikan. Dengan penuh harap, ia memohon doa agar diberi kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai pribadi yang lebih baik.
“Dari kami yang pas-pasan di mata manusia, tapi dicukupkan oleh-Nya. Labbaikallahumma Labbaik,” tutup Said.
(Dodi Rikardo Sembiring)








