Panen Raya Jagung Serentak di 36 Wilayah, Polri Gaspol Wujudkan Swasembada Pangan, Produksi Tembus 743 Ribu Ton

0
78

Medan | GeberNews.com – Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya dalam agenda besar negara. Tak hanya menjaga keamanan, Polri kini berada di garda depan penguatan ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung serentak di 36 wilayah di seluruh Indonesia dengan total produksi fantastis mencapai 743.522 ton.

Panen raya jagung nasional ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dipusatkan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta diikuti secara serentak oleh jajaran Polda dan Polres di berbagai daerah.

Panen raya ini turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog, serta para pejabat utama Mabes Polri. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan kerja kolektif dan terukur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, upaya mewujudkan swasembada jagung telah dijalankan secara konsisten selama kurang lebih satu tahun, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Polri, kata Kapolri, memaksimalkan seluruh potensi lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami jagung.

“Kurang lebih selama satu tahun, sesuai target Bapak Presiden, kami maksimalkan untuk mewujudkan swasembada jagung. Alhamdulillah, kami berupaya mencari lahan yang bisa ditanam dan berhasil mendapatkan kurang lebih 1.300.000 hektare lahan potensial,” ujar Kapolri saat panen raya di Cikarang.

Kapolri menjelaskan, panen raya di Bekasi menjadi penanda dimulainya rangkaian panen jagung di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi hasil produksi mencapai 743.522 ton. Pada hari pertama saja, panen serentak telah dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan estimasi produksi 11.912 ton jagung.

Menurut Kapolri, capaian ini diharapkan mampu memperkuat pasokan jagung nasional, menjaga stabilitas harga, serta memenuhi kebutuhan berbagai sektor strategis, khususnya pakan ternak dan industri pangan.
“Harapan kami, cadangan pangan tercukupi untuk kebutuhan pasar, baik swasta nasional, gabungan pakan ternak, hingga kebutuhan mandiri di daerah. Bahkan jika memungkinkan, kelebihan produksi dapat kita dorong untuk ekspor,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Anwar, mengungkapkan bahwa program swasembada jagung ini melibatkan kekuatan akar rumput. Sedikitnya 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani terlibat langsung dalam program ini dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini adalah kerja besar yang melibatkan masyarakat secara langsung. Polri hadir sebagai penggerak, pendamping, dan penguat agar petani memiliki kepastian produksi dan pemasaran,” ungkap Irjen Anwar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas sektor yang terbangun. Menurutnya, kolaborasi solid antara Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.

“Target yang sebelumnya diproyeksikan empat tahun, kini bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini luar biasa. Bukan hanya soal produksi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Mentan.

Di daerah, panen raya jagung juga digelar di Kota Medan sebagai bagian dari gerakan nasional tersebut. Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Silaen menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda serta Polsek Medan Tuntungan yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh kegiatan panen raya jagung.

“Kegiatan ini adalah contoh konkret sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung serta mewujudkan program strategis pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Rudi.

Panen raya di Medan turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan dan Forkopimcam Medan Tuntungan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Melalui panen raya jagung serentak ini, Polri menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Dari ladang hingga lumbung, Polri ikut memastikan Indonesia berdiri tegak sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat di sektor pangan.

(Mabhirink Gaul)

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini