Demo Serentak!Mahasiswa Teriak: Pegadaian Harus Kembalikan 478 Gram Emas Nasabah

0
46

GeberNews.com | Bima – Gelombang protes mengguncang Pegadaian. Empat organisasi kepemudaan (OKP), termasuk PMII Cabang Bima, menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah titik, menuntut pengembalian emas nasabah yang diduga bermasalah.

Aksi ini berlangsung di empat lokasi berbeda dengan melibatkan aliansi mahasiswa di tiap wilayah.
Di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi, demonstrasi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Ambalawi, dipimpin Korlap Deden. Sementara di Kantor Pegadaian Cabang Bima, aksi dilakukan oleh PMII Cabang Bima dengan Korlap Hariman.

Di tingkat provinsi, aksi berlangsung di Kantor Kanwil Pegadaian NTB oleh Aliansi Mahasiswa Mataram yang dipimpin Arif Albimawi. Sedangkan di tingkat pusat, demonstrasi digelar di Kantor Direktur Utama PT Pegadaian Jakarta oleh Persatuan Mahasiswa Bima Jakarta, dipimpin Kasnoval.

Khusus di Ambalawi, aksi sempat memanas dengan pembakaran ban di depan kantor sebagai bentuk kekecewaan massa. Meski demikian, pengamanan dari aparat Polres Bima Kota membuat situasi tetap terkendali.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan tegas. Mereka mendesak Pegadaian segera mengembalikan emas seberat 478 gram milik nasabah. Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan praktik gadai ilegal di wilayah Bima.

Tak hanya itu, massa meminta OJK melakukan audit menyeluruh terhadap operasional Pegadaian. Mereka juga mendesak pencopotan Kepala UPC Pegadaian Ambalawi dan Kepala Cabang Pegadaian Bima, serta meminta aparat kepolisian segera memproses kasus ini secara hukum.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan melakukan penyegelan total terhadap UPC Pegadaian Ambalawi,” tegas salah satu orator.

Dalam aksi tersebut, massa diterima langsung oleh Kepala Pegadaian Cabang Bima yang baru, Taufik. Ia mengaku baru bertugas dan belum sepenuhnya memahami persoalan yang terjadi.

“Saya baru hari ini bertugas di sini. Masalah ini sudah ditangani bagian humas dan hukum. Kita tunggu proses yang berjalan, baik di kepolisian maupun pengadilan,” ujarnya.

Taufik juga menyebutkan bahwa saat ini sedang dilakukan audit internal terhadap pegawai di Pegadaian Ambalawi.

“Jika ditemukan pelanggaran SOP, tentu akan ada tindakan sesuai aturan. Proses audit masih berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak demonstran menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka bahkan berencana membawa persoalan tersebut ke DPRD untuk mencari solusi konkret.
Aksi pun berakhir tertib. Namun, mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

(C)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini