

Medan | GeberNews.com – Jumat Barokah di jantung Kota Medan kembali menegaskan sikap Ketua Umum TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak cukup disuarakan lewat mimbar, pernyataan sikap, atau retorika kosong.

Pada Jumat kedua di bulan Januari 2026, tepatnya Jumat, 9 Januari 2026, Dewan Pimpinan Pusat DPP TKN Kompas Nusantara turun langsung ke jalan membagikan paket Jumat Barokah kepada masyarakat yang melintas di Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H., tepat di depan Kantor Sekretariat TKN Kompas Nusantara Nomor 202, Kota Medan.

Dalam aksi sosial tersebut, DPP TKN Kompas Nusantara membagikan lebih kurang 300 kotak paket Jumat Barokah yang berisi kue donal dan mie kuning. Paket-paket tersebut diberikan kepada pengendara, pejalan kaki, pekerja harian, hingga masyarakat kecil yang setiap hari bergulat dengan kerasnya kehidupan perkotaan. Bantuan sederhana itu menjadi simbol kepedulian yang nyata, hadir langsung dan dirasakan tanpa perantara.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat TKN Kompas Nusantara dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi, khususnya di hari Jumat yang sarat makna. Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya beban hidup masyarakat, kehadiran organisasi ini di ruang publik menjadi bentuk empati yang tidak dibuat-buat dan tidak dikemas secara seremonial.
Saat banyak pihak lebih sibuk membangun citra kepedulian lewat kata-kata manis, TKN Kompas Nusantara justru memilih turun ke lapangan. Menyapa rakyat tanpa jarak, tanpa sekat, dan tanpa kepentingan pencitraan. Yang tampak hanyalah interaksi sederhana, saling menyapa, dan semangat kebersamaan yang lahir dari kepedulian tulus.
Dibawah kepemimpinan Adi Warman Lubis, TKN Kompas Nusantara dikenal sebagai organisasi yang tegas, vokal, dan konsisten membela kepentingan rakyat. Namun sikap kritis itu tidak berhenti pada kecaman dan kritik keras terhadap ketidakadilan. Aksi Jumat Barokah menjadi bukti bahwa perjuangan sejati harus dibarengi dengan tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Adi Warman Lubis menegaskan bahwa Jumat Barokah bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan pesan moral tentang pentingnya empati, solidaritas sosial, dan keberanian untuk hadir di tengah rakyat. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan bangsa, kepedulian antar sesama adalah fondasi utama untuk menjaga persatuan dan membangun kepercayaan publik.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Bagi TKN Kompas Nusantara, berbagi bukan agenda musiman, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab moral. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk tidak pernah berdiri jauh dari rakyat, terutama saat masyarakat membutuhkan kehadiran dan perhatian.
Respons positif pun mengalir dari masyarakat penerima manfaat. Banyak warga mengapresiasi langkah DPP TKN Kompas Nusantara yang dinilai tidak hanya lantang bersuara, tetapi benar-benar hadir dan peduli. Bagi mereka, aksi seperti ini menjadi bukti bahwa masih ada pihak yang tulus memperjuangkan dan memperhatikan nasib rakyat kecil.
Melalui aksi Jumat Barokah di jantung Kota Medan, TKN Kompas Nusantara kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi perjuangan rakyat. Di bawah komando Adi Warman Lubis, pesan yang disampaikan sangat jelas dan tegas, kepedulian sejati tidak lahir dari retorika, tetapi dari kerja nyata yang konsisten, berani, dan berpihak pada masyarakat.
(Dodi Rikardo Sembiring)
Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube








