Krisis Sampah Bali Kian Mendesak, Solusi Teknologi Muncul di Tengah Penutupan TPA Suwung

0
33

GeberNews.com | Bali — Persoalan sampah di Bali memasuki fase krusial. Penutupan TPA Suwung yang direncanakan rampung pada Maret 2026 memicu kekhawatiran akan semakin memburuknya sistem pengelolaan limbah di wilayah tersebut.

Di tengah kondisi itu, pengusaha muda asal Gianyar, Made Hiroki, menawarkan mesin pemusnah sampah tanpa asap berbasis teknologi Jepang. Mesin ini diklaim mampu mengolah sampah dengan sistem pembakaran tertutup yang meminimalkan emisi udara.

Namun demikian, sejumlah pihak menilai solusi berbasis teknologi tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan regulasi, pengawasan lingkungan, serta transparansi dalam implementasinya.
Data menunjukkan, Bali menghasilkan sekitar 4.281 ton sampah per hari, dengan hampir 50 persen berasal dari kawasan Sarbagita, meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural dan sistemik.

Sebagai langkah awal, Hiroki berencana menggelar forum diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta tokoh masyarakat guna mengkaji efektivitas teknologi tersebut secara terbuka.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang dinilai terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat terkait persoalan sampah di Bali.

Di tengah krisis yang terus berkembang, publik tidak hanya menanti inovasi, tetapi juga komitmen nyata lintas sektor agar solusi yang ditawarkan tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

(Megy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini