DPD Pemuda Demokrat Sumut Desak Polres Dairi Ungkap Kematian Naman Putra Berasa

0
1286

GeberNews.com | Dairi — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara mendesak Polres Dairi untuk segera mengungkap secara tuntas kasus kematian Naman Putra Berasa, warga Lae Salak, Kabupaten Dairi, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya dan diduga mengandung unsur kekerasan.

Kasus kematian Naman Putra Berasa dinilai penuh misteri oleh pihak keluarga. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka yang diduga akibat tindak kekerasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dilaporkan hilang sejak 18 Maret 2026 setelah dijemput oleh seseorang berinisial HT dari sebuah kedai tuak, lalu dibawa ke lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya pengguna dan bandar narkoba.

Keesokan harinya, istri korban berupaya mencari ke lokasi terakhir dan ke Polsek Tiga Lingga. Namun, pihak kepolisian setempat menyatakan tidak mengetahui peristiwa tersebut karena berada di luar wilayah hukum mereka.

Karena tidak mendapatkan kejelasan, keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Dairi pada 22 Maret 2026. Laporan itu, menurut keluarga, belum ditindaklanjuti secara maksimal.

Sehari kemudian, pada 23 Maret 2026, korban ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Lau Gunung. Kondisi jasad korban disebut mengalami luka serius yang mengindikasikan adanya dugaan kekerasan.
Sejumlah luka yang dilaporkan antara lain kerusakan pada bagian wajah, luka sayatan di bagian tubuh, serta memar di beberapa bagian anggota tubuh. Temuan tersebut memperkuat dugaan keluarga bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.

Desakan Pemuda Demokrat:
Menanggapi peristiwa tersebut, DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara angkat bicara dan mendesak aparat kepolisian segera bertindak.

Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., menyatakan pihaknya meminta Polres Dairi untuk mengusut kasus tersebut secara serius dan transparan.

“Kami mendesak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini secara tuntas. Penanganan yang cepat dan profesional sangat diperlukan agar pelaku dapat segera diidentifikasi,” ujarnya.

Paulus menegaskan, keterlambatan pengungkapan kasus berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

“Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini akan menjadi preseden buruk dalam sistem penegakan hukum. Kami berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan,” tegasnya.

Ia juga didampingi Sekretaris DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, Drs. Rafli Tanjung, serta Bendahara Budi Rismianto Berutu, S.T., M.A.P., saat menyampaikan pernyataan tersebut di Medan, Selasa (13/4/2026).

DPD Pemuda Demokrat Sumatera Utara berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap fakta di balik kematian Naman Putra Berasa secara objektif dan profesional, guna memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Dairi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

(Red/ Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini