“Saya Saksinya!” Rafli Tanjung Tantang Isu Ijazah Dodi Rikardo Sembiring: “Saya Kenal Sejak 1989, Bahkan Bertemu Saat Wisuda 1995”

0
36

Medan | GeberNews.com – Di tengah derasnya polemik yang mempertanyakan riwayat pendidikan Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., satu per satu saksi mulai angkat bicara. Kali ini, Drs. Rafli Tanjung tampil ke publik dengan memberikan kesaksian yang ia sebut berdasarkan pengalaman langsung selama berada di lingkungan kampus.

Rafli menegaskan dirinya mengenal Dodi Rikardo Sembiring sejak mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek) pada 1989. Selama menjalani aktivitas akademik, ia mengaku kerap bertemu dengan Dodi hingga dirinya menyelesaikan studi pada 1993.

“Saya mengenal Dodi sejak Opspek tahun 1989. Selama saya kuliah sampai lulus tahun 1993, kami sering bertemu di kampus,” ujar Rafli di Medan, Kamis (16/7/2026).

Menurut Rafli, dirinya merupakan mahasiswa angkatan 1989, sementara Dodi telah lebih dahulu menempuh pendidikan sejak 1986. Ia mengatakan Dodi masih aktif di lingkungan kampus ketika dirinya menjalani perkuliahan.

Tak hanya itu, Rafli juga mengungkap bahwa setelah menyelesaikan kuliah pada 1993, ia masih menghadiri prosesi wisuda pada 1995. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku kembali bertemu dengan Dodi.

“Saya selesai kuliah tahun 1993, tetapi saya masih menghadiri wisuda tahun 1995 dan bertemu dengan Dodi di sana. Itu pengalaman yang saya alami sendiri,” tegasnya.

Rafli menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak dibangun atas asumsi maupun opini. Menurutnya, kesaksian dari orang-orang yang pernah berada di lingkungan kampus bersama Dodi juga merupakan bagian dari fakta yang patut didengar.

“Sepanjang kebenaran berada di pihak kita, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya berbicara berdasarkan apa yang saya lihat, alami, dan ketahui sendiri,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menunggu proses klarifikasi berdasarkan dokumen resmi, data yang dapat diverifikasi, serta keterangan dari institusi yang berwenang, sehingga polemik tidak berkembang menjadi penghakiman di ruang publik.

Hingga kini, isu mengenai riwayat pendidikan Dodi Rikardo Sembiring masih menjadi perhatian publik. Berbagai pandangan terus bermunculan, namun penyelesaiannya tetap harus mengedepankan bukti, dokumen resmi, serta mekanisme klarifikasi yang berlaku.

(Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini